ADAKITANEWS, Jombang – Banyaknya permasalahan dalam proses pengurusan KTP Elektronik (e-KTP) di Kabupaten Jombang mendapat tanggapan DPRD Jombang.

Hal itu diketahui dalam agenda hearing yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jombang dengan Komisi A DPRD Jombang, Rabu (08/11).

Ketua Komisi A DPRD Jombang, Drs Cakup Ismono mengungkapkan bahwa ada beberapa masalah yang harus segera dicarikan solusi, supaya semua masyarakat yang tercatat dalam data wajib e-KTP segera terselesaikan.

“Ada beberapa permasalahan yang harus segera ditangani. Seperti sistem jaringan, Sumber Daya Manusia dan blangko e-KTP,” ungkap Ketua Komisi A DPRD Jombang dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dari berbagai permasalahan tersebut, Komisi A DPRD Jombang berharap agar ada inovasi dari pihak Dispendukcapil untuk mengatasi masalah e-KTP. Cakup Ismono mengatakan bahwa perlunya pendelegasian sebagian wewenang, untuk diarahkan dalam membantu Dispendukcapil, sesuai dengan Perbub Nomor 262.

“Sebagaimana dalam Perbub tersebut, Bupati telah menugaskan Camat untuk ikut membantu Dispendukcapil dalam pengoptimalkan proses pembuatan e-KTP,” ujar Cakup Ismono.

Pada hearing yang dilakukan di ruang Komisi A tersebut, Ketua Komisi A DPRD Jombang juga meminta Dispendukcapil agar pada pertengahan Desember semua data penerima e-KTP yang belum tercetak agar segera diselesaikan. Hal tersebut, lanjut Cakup Ismono, karena akan diperuntukkan sebagai persiapan kebutuhan data pemilih untuk Pemilu dan Pemilukada.

“Ada 60.438 atau 5,7 persen yang belum tercetak. Saya menargetkan agar pertengahan Desember semua bisa terselesaikan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jombang, Achmad Sjarifudin mengatakan bahwa pihaknya akan memperbaiki segala permasalahan yang ada dalam proses e-KTP yang ada di Kabupaten Jombang. Salah satunya, menurut Achmad Sjarifudin yakni permasalahan yang ada pada sistem jaringan.

Ia mengatakan bahwa Dispendukcapil telah berkomunikasi dengan pihak rekanan untuk segera memperbaiki jaringannya. “Kami sudah komunikasikan dengan rekanan. Pihak pemenang tender sudah mulai melakukan perbaikan sistem jaringan, mudah-mudahan segera tuntas,” ujar Kepala Dispendukcapil saat diwawancarai.

Setelah semua sistem jaringan telah diperbaiki dan tidak ada kendala, Achmad Sjarifudin berharap semua data yang hari ini masih di posisi Sent For Enroll (SFE) bisa segera masuk ke data Print Ready Record (PRR). “Setelah perbaikan sistem, saya berharap data yang berada di SFE bisa segera melompat ke data PRR, sehingga bisa segera dicetak,” paparnya.

Achmad Sjarifudin juga mengatakan bahwa pihaknya telah menargetkan 500 orang di setiap harinya untuk melakukan proses cetak e-KTP, dengan sistem undangan yang telah diberlakukan oleh Dispendukcapil. Selain itu, ia juga melakukan sistem jemput bola ke desa dan kecamatan agar mengoptimalkan proses pembuatan e-KTP.

“Kami terus berupaya untuk mengoptimalkan layanan e-KTP, hingga melakukan jemput bola ke desa dan kecamatan,” pungkasnya.(ar)

Keterangan gambar: Hearing Dispendukcapil Kabupaten Jombang dengan DPRD di ruang Komisi A. (bawah) Kepala Dispendukcapil, Achmad Sjarifudin.(foto:adi rosul)