ADAKITANEWS, Kediri – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri menggelar acara diskusi tematik Pekan Pancasila bertajuk Meneguhkan Kembali Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Kamis (22/06).

Acara yang digelar di ruang paripurna Gedung DPRD Kabupaten Kediri tersebut menghadirkan narasumber Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kediri Raya, Agus Edi Winarto, dan Direktur Radar Kediri, Tauhid Wijaya, serta moderator Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri, Mega Wulandari.

Sekitar 50 orang wartawan yang biasa bertugas di wilayah Kediri juga diundang untuk ikut hadir dalam diskusi tersebut. Ketua DPRD Kabupaten Kediri, H Sulkani mengatakan, tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan peran Pemerintah Daerah bersama insan media, meneguhkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa, dan bernegara.

“Sebagai sarana menampung dan mendialogkan, serta mendukung peran pemerintah untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa, melalui dasar negara yakni Pancasila,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Agus Edi yang juga merupakan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kediri itu mengatakan bahwa Pancasila, sebagaimana yang tertuang dalam teks Pembukaan UUD 1945 alinea keempat merupakan rumusan final dan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Meski memberikan dukungan penuh terhadap slogan “Saya Indonesia, Saya Pancasila”, Agus mengaku hal tersebut masih membutuhkan penyempurnaan. “Berdasarkan silogisme kategorik, slogan Pancasila perlu ditambah premis minor sehingga berbunyi, INDONESIA PANCASILA, SAYA INDONESIA, SAYA PANCASILA,” katanya.

Sementara itu menurut Tauhid Wijaya, Nasionalisme saat ini memang menjadi isu krusial yang banyak dibicarakan. Ia menyebut, berdasarkan survey yang dilakukan SMRC (Saiful Mujani Research dan Consulting), ada 9 persen responden yang menghendaki adanya perubahan dasar negara Pancasila dan UUD 1945 menjadi Islam.

Tauhid yang juga merupakan wartawan senior di Kediri itu menyatakan, banyak faktor yang menjadi penyebab ketidak percayaan para responden tersebut terhadap Indonesia dan kemudian kehilangan kecintaannya terhadapnya. “Seolah-olah NKRI, Pancasila, dan UUD 1945, serta nasionalisme tidak lagi sejalan dengan Islam sebagai sebuah gambaran ideal,” ujarnya.

Namun, kata Tauhid, dengan adanya persinggungan antara Nasionalisme, Islam, dan Globalisasi, diharapkan ada titik temu. Yakni tetap mempertahankan apa saja yang baik, yang telah ada sebelumnya, dan tidak menolak atas sesuatu yang baru, yang baik pula.(adv/dprdkabkediri/kur)

Keterangan gambar: Diskusi tematik Pekan Pancasila di Gedung DPRD Kabupaten Kediri.(dok. DPRD Kabupaten Kediri)