ADAKITANEWSIMG_20150127_202004, Kota Kediri –  Sebanyak 48 Bando iklan yang terpampang di ruas-ruas jalan Kota Kediri. Salah satunya berada di Jl Imam Bonjol yang terpampang jelas ucapan foto ketua DPRD Kota Kediri. Penempelan iklan tersebut di akui oleh pengusaha Bando tidak pernah ada pemberitahuan dan perhitungan.

Chandra selaku Koordinator lapangan PT. Adhi Kartika Jaya yang merupakan salah satu pengusaha bando saat ditemui tim @dakitanews.com, Selasa (27/1) mengungkapkan tidak pernah ada pemberitahuan dan perhitungan para pejabat yang memasang iklan di bando. Bentuk iklan yang dipasang juga beragam, berupa layanan masyarakat hingga hanya sekedar ucapan terimakasih.

“Kayak iklan ucapan selamat itu (gambar Ketua Dewan Kota Kediri, H. Kholifi Yunon, di Jl Imam bonjol -red) tidak pernah ada pemberitahuan ke pihak kita. Kami tahunya sudah ada. Itu pun juga tidak ada perhitungannya dan sering terjadi. Pengusaha seperti kita pun tidak bisa berbuat apa. Jelas kami rugi dengan adanya itu,” Ungkapnya

Selain itu keberadaan bando-bando tersebut memang telah menjamur di ruas-ruas jalan Kota Kediri. Padahal jelas-jelas keberadaan media promosi berukuran besar tersebut telah melanggar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Republik Indonesia, nomor 20/PRT/M/2010, tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan.

PT. Adhi Kartika Jaya salah satu pihak vendor atau pemilik Bando telah berinisiatif untuk melakukan pembongkaran sendiri. Alasanya, disamping masa izin sudah habis, tempat pemasangan bando dianggap tidak strategis sehingga jarang ada yang memasang iklan melalui media tersebut.

Lebih lanjut Candra mengatakan bahwa perusahannya memutuskan untuk membongkar sendiri 2 Bando yang berada di Kota Kediri.

“Selain kami tidak melakukan perpanjangan izin, lokasi pemasangan bando kurang strategis. Buktinya bando yang akan kita potong (bongkor) ini jarang terpakai.” Katanya,

Ia mengatakan dua dari sekian bando yang dimiliki perusahaanya akan dirobohkan saat ini, yakni bertempat di Jl Imam Bonjol dan Jl Patimura. “Yang satu sudah kita potong pada pagi dini hari tadi. Kalau yang di Jl Imam Bonjol  ini, rencananya kita lakukan di atas pukul 00.00 WIB. Jadi menunggu kondisi  jalan dalam keadaan sepi terlebih dahulu.” Jelasnya.

Menurut Candra, anggaran untuk pembongkaran bando sudah tersedia. Karena, pada saat melakukan proses perizinan, pihak vendor diwajibkan untuk membayar biaya pembongkaran yang nilainya hingga mencapai puluhan juta per-bando. “Jumlah persisnya saya tidak hafal. Tapi yang jelas dana jambong atau dana pembongkaran itu sampai puluhan juta tiap bando” ungkapnya .

Lalu, kenapa pihak vendor melakukan pembongkaran sendiri? Ditanya demikian pihaknya mengatakan jika yang melakukan pembongkaran itu dari pihak pemerintah daerah, maka pemilik bando tidak hanya kehilangan dana Jambong, akan tetapi juga akan dikenai saksi berupa denda.

“Perhitungan kami, dari pada kena cas (denda-red), lebih baik kita kehilangan dana jambong saja. Jadi kami putuskan untuk bongkar sendiri saja ” ujarnya.

Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Kediri, Hero Nusanto yang dikonfirmasi terkait sudah tersedianya anggaran pembongkaran membantah. Pihaknya menyatakan bahwa biaya yang akan dipergunakan untuk pembongkaran belum ada. Apalagi biaya yang dimaksud oleh petugas vendor.

“Belum bisa menertibkan bando yang berada di belasan titik itu, karena masih menunggu realisasi anggaran. Dan apa yang dikatakan oleh pihak pemilik bando itu tidak benar,” Sangkal Hero, disela mengujungi tempat bando yang akan dirobohkan.

Di sisi lain, Ia memberikan apresiasi kepada PT Adhi Karya Jaya yang telah berinisiatif untuk melakukan pembongkaran media promosinya sendiri, sebelum dilakukan penertiban. “Kami menyarankan pada para pemilik Bando lainnya, mempunyai inisiatif seperti PT Adhi Karya Jaya. ”  himbaunya.(Zay)

Keterangan Gambar :Iklan ucapan bergambar Ketua DPRD Kota Kediri, Kholifi Yunon,  di Jl Imam Bonjol. yang akan dirobohkan oleh pemiliknya pada dini hari.