PicsArt_04-25-05.31.45ADAKITANEWS, Madiun- Sidang kasus pembunuhan terhadap Rizky Putra Agustin,19, warga Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, kembali digelar oleh Pengadilan Negeri(PN) Mejayan Kabupaten Madiun, Senin(25/04). Agenda sidang kali ini, adalah pemeriksaan saksi fakta kepada terdakwa TP,16, warga RT 3  RW 1 Desa Wonoayu Kecamatan Pilangkenceng dan FYDP,14, warga Gang IX Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan.

Dari pantauan tim adakitanews.com, sidang dipimpin oleh Endang Sri G.L dengan agenda mendatangkan enam saksi, dan tiga diantaranya saksi fakta (orang yang mengetahui peristiwa pembunuhan-red). Namun dalam persidangan tersebut, Sulistiyono, Jaksa Penuntut Umum(JPU) enggan memberikan nama-nama saksi yang dihadirkan mengingat terdakwa masih anak-anak.

“Ini sidang anak-anak jadi tertutup untuk umum,”ungkap Sulistiyono JPU usai persidangan.

Sementara Jonathan D Hartono kuasa hukum terdakwa menjelaskan, kliennya bukanlah pelaku utama dalam tewasnya Rizky Putra Agustian. Hal itu dikarenalan sang klien hanya memukul korban dengan tangan kosong sebanyak dua kali.”TP hanya memukul dua kali,” jelas Jonathang.

Diberitakan sebelumnya, jasad Rizky Putra Agustin,19, ditemukan warga tergelatak di sawah wilayah Balerejo Kabupaten Madiun, Minggu (27/3) pagi. Tidak lama kemudian, polisi berhasil menangkap seluruh pelaku penganiyaan yang mengakibatkan korban tewas bersimbah darah.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan, dengan ancaman selama 15 tahun penjara, pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan mati dengan ancaman selama 7 tahun penjara junto pasal 55 ayat 1 KUHP tentang penyertaan dalam melakukan perbuatan pidana. (ags)

Keterangan Gambar : Dua terdakwa kasus pembunuhan,  TP dan FYDP, anggota Punk saat jelang mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mejayan Kabupaten Madiun. (Foto: Agoes Basoeki)