Dua Bocah Putus Sekolah Curi Ponsel untuk Bayar Kos

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Dua anak dibawah umur nekat menjambret di Jalan Perumahan Wisma Regency Permai Desa Pepelegi Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Keduanya bocah putus sekolah itu mengaku nekat mencuri untuk membayar biaya kos.

Dua bocah tersebut adalah SAD, 13, dan MUS,17, warga Wonokromo Surabaya. yang mengambil ponsel milik Caroline Azalea Zahra, 13, warga sekitar lokasi kejadian. Mereka diringkus oleh polisi dan satpam perumahan saat hendak kabur keluar melalui portal, Senin (24/04) malam.

Penjambretan tersebut bermula saat korban bersama temannya Noviarin Putri, 13, warga Desa Pepelegi, Kecamatan Waru pulang dari latihan bola voli. Saat berboncengan sepeda motor, mereka berhenti sejenak karena korban membuka ponselnya. Saat itulah, kedua tersangka yang mengendarai sepeda motor Honda Beat nomor polisi L 6906 EN tiba-tiba mendatangi korban.

“Tersangka tiba-tiba berhenti dan kemudian mengambil ponsel korban. SAD yang saat itu bertugas mengambilnya,” kata Kapolsek Waru, Kompol M Fathoni.

Usai ponselnya diambil, korban sontak berteriak minta tolong. Warga yang berada di lokasi langsung membantu mengejar tersangka saat itu. Tersangka yang ketakutan langsung menuju ke pintu keluar perumahan yang menggunakan sistem satu pintu. Polisi dan satpam perumahan yang berada di pos mendengar korban berteriak dan melihat kedua tersangka melaju ke arahnya merespon dengan menutup portal.

“Kedua tersangka sempat mencoba memutar balik saat mengetahui portal tertutup. Namun, karena di belakangnya ada warga yang mengejar mereka pun tak berkutik dan menyerahkan diri,” terangnya.

Kompol Fathoni mengatakan, tersangka ini baru menjambret pertama kali ini. Sebelumnya mereka beroperasi mencuri burung di wilayah Kecamatan Wonokromo Surabaya.

“Tersangka ini mengaku sudah dua kali beraksi mencuri burung dan satu kali menjambret namun langsung tertangkap. Mereka sengaja menjambret di wilayah Kecamatan Waru dan sudah direncanakan sebelumnya,” tuturnya.

Sementara itu, tersangka SAD, 13, mengaku nekat menjambret karena terdesak masalah ekonomi. Tersangka yang diketahui putus sekolah ini rencananya akan menjual ponsel tersebut dan uangnya untuk membayar kos.

“Untuk burung yang saya curi tidak saya jual. Tapi kalau ponsel mau saya jual. Selama ini saya sudah tidak tinggal dengan orang tua. Saya kos bersama MUS di wilayah Wonokromo,” terangnya. (sid2)

Keterangan gambar : Kapolsek Waru, Kompol M Fathoni bersama kedua tersangka.(ist)

Recommended For You