IMG_20150616_072703

ADAKITANEWS, Kediri – Sebanyak dua pasangan kandidat Bakal Calon (Balon) Bupati Kediri dari jalur perseorangan memprotes KPU Kediri. Mereka meminta perpanjangan waktu untuk memperbaiki data syarat dukungan untuk proses pencalonanya. Rabu, (15/06). Padahal sesuai jadwal KPU, waktu tersebut merupakan hari terakhir penyerahan berkas syarat dukungan para bakal calon dari jalur perseorangan.

Kedua pasangan balon tersebut berdalih, masih banyak berkas dukungan yang belum bisa mereka pindahkan dari hard copy ke soft copy. Namun permintaan kedua pasangan balon itu ditolak oleh Komisioner KPU. Penghitungan jumlah dukungan dari masing-masing kandidatpun tetap dilaksanakan oleh KPU.

Kedua pasangan kandidat itu, yakni Wisnu Wardana, mantan ketua DPRD kota Surabaya yang berpasangan dengan Tomi Ari Wibowo, aktivis LSM Ikatan Pemuda Mandiri (IPK), dan kandidat balon Subani, mantan kepala sekolah Pertanian yang berpasangan dengan salah seorang kepala desa yang bernama Eko.

“Kami mengalami kendala teknis saat memindahkan berkas dari soft copy ke hard copy. karena waktunya sangat singkat, hanya dua hari,” jelas Wisnu.

Namun, Wisnu tetap optimis bahwa berkas syarat dukugan yang dikumpulkanya sudah memenuhi syarat 6,5 persen atau lebih dari 97.275 jiwa. Sehingga bisa lolos dalam pencalonan nantinya.

Semetara, ketua KPU Kabupaten Kediri, Sapta Andaruisworo mengatakan, pihaknya langsung melakukan konsultasi dengan KPU Jatim. Dari hasil konsultasi itu, akhirnya pihak KPU melanjutkan kembali penghitungan jumlah dukungan yang diserahkan kedua pasangan balon. “Kita sudah konsultasi dengan KPU Jatim. Dan kita langsung lanjutkan kembali proses penghitungan jumlah dukungan sebagaimana jadwal tahapan,” jelasnya. (ys).

Keterangan Gambar : Pemeriksaan syarat calon Bupati Kediri dilanjutkan dengan penghitungan jumlah dukungan kepada calon independen di KPU Kabupaten Kediri