ADAKITANEWS, Sidoarjo – Dua pelaku perampasan sepeda motor diciduk angota Satreskrim Polresta Sidoarjo. Satu unit motor matic berisikan 6 ponsel, juga berhasil diamankan dari tangan pelaku.

Untuk menghilangkan barang bukti, pelaku juga sempat memotong-motong bagian sepeda motor dan memasukkannya ke dalam sumur. Dua pelaku yang diamankan tersebut adalah Ainun Nidhom, 23, warga Desa Kalitengah Tanggulangin dan Avif alias Pelolong, 25, warga Kragan Kecamatan Gedangan. Mereka bersama dua temannya berinisial WP dan SP yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), merampas sepeda motor Honda Beat warna hitam Nopol W 634 QV yang terpaksa ditinggal bersembunyi oleh pemiliknya ‎karena ketakutan.‎

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muh Harris menjelaskan, sebelumnya korban yang masih anak-anak pada Minggu (07/01) sekitar pukul 04.15 WIB sudah mulai diikuti oleh beberapa orang. Karena ketakutan, korban bersama sebelas temannya turun di Jembatan Jenggolo untuk memasukkan HPnya beserta 5 HP temannya ke dalam jok sepeda motor miliknya.

Sebelum motor dirampas pelaku, korban sempat ditendang hingga terjatuh oleh beberapa orang yang mengikutinya sebelumnya. Korban dan teman-temannya kemudian lari bersembunyi meninggalkan sepeda motor yang berisikan HP.‎

“Korban sempat berhenti memindahkan HPnya ke dalam salah satu motor. Mungkin karena takut HPnya dicuri atau dirampas. Setelah itu korban melanjutkan perjalanannya, sampai di lampu merah depan Maspion 2 Buduran, tiba-tiba ada beberapa orang menendang korban,” paparnya saat press rilis di Mapolresta Sidoarjo, Minggu (11/02).‎

Salah satu teman korban sempat kembali untuk mengambil sepeda motornya, namun tidak berani karena takut dengan tersangka yang sudah mendekati sepeda motor tersebut.‎

“Pelaku ini kondisinya mungkin ada yang mabuk, juga ada yang setengah sadar. Begitu korban ingin mengambil motornya, dibentak oleh pelaku dan dimarahi dengan kata-kata kekerasan sehingga ketakutan dan kembali ke rumah dan motor diambil pelaku dibawa pulang ke rumah salah satu pelaku,” papar Kasat Reskrim.

Para pelaku memotong-motong sepeda motor di rumah teman pelaku di Desa Tebel sebagai upaya untuk meninggalkan barang bukti. Barang bukti dengan kondisi terpotong-potong tersebut, akhirnya ditemukan oleh polisi di dalam sebuah sumur di belakang rumah. “Dipotong bagian-bagiannya dipisahkan dengan menggunakan besi sehinggah terpecah bagian-bagiannya,” terang Kompol Harris.‎

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan pasal 365 dan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 9 tahun,” tegas Kasat Reskrim.(sid3)

Keterangan gambar: Tersangka beserta barangbukti saat pers rilis di Mapolresta Sidoarjo.