width=

ADAKITANEWS2015-10-04_19.16.34, Madiun – Kondisi  dua tower Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) nomer 10 dan 11 milik PT. PLN (Persero) yang berlokasi di Dusun Winong, Desa Tanjung Sepreh, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan spesifikasinya masuk kategori “kritis”, akibat ulah penambang liar. Meski, saat ini dibentengi genteng sekitar tanah digali, namun tetap saja berbahaya.

Dikhawatirkan jika saat musim hujan tiba, kondisi ‘benteng’ sederhana itu tidak kuat menahan sehingga dapat merobohkan kedua Tower Sutet itu. Jika tower roboh, maka hampir seluruh listrik di Kabupaten Magetan dipastikan padam, khususnya mulai dari Maospati hingga wilayah selatan.

“Kami sudah melakukan asesmen atau pemantauan untuk tower nomor 10 dan 11 terkait penggalian-penggalian itu. Kondisi pada tower nomer 10 nilai asesmennya 75 dengan status kritis. Sementara untuk tower 11 nilai asesmennya 73 kondisinya juga sama kritis,” jelas Asisten Manager Engineering  Area Pelaksana  Pemeliharaan (APP) PT. PLN (Persero) Madiun Endah Yuliastuti, Minggu (4/10).

Jarak aman tower agar tidak tergerus, kata Endah mencapai 10 meter dari patok. Sedangkan benteng yang saat ini dibangun hanya berjarak kurang dari 3 meter.  “Kami tempuh cara kekeluargaan, agar pemilik tanah mengembalikan kondisi tanah,” ujarnya lagi.

Ia menyatakan jika pendekatan gagal, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum karena dampak yang ditimbulkan tergolong besar. “Dari padamnya listrik hampir seluruh Kabupaten Magetan, belum dampak lain jika tower roboh. Kerugian ditimbulkan tergolong besar atau tidak sebanding dengan kegiatan penambangan,” tandasnya.

Diberitakan, sebelumnya 2 Tower Sutet milik PT PLN kondisinya kritis akibat adanya penambangan liar. Kondisinya, tambang sudah mendekati tower dan hanya jarak melingkar hanya 3 meter dari batas patok. Padahal, sesuai ketentuan jarak aman minimal seharusnya 10 meter dari patok. Terkesan penambangan liar itu dibiarkan oleh pemerintah setempat. (UK)

Keterangan Gambar : Asisten Manager Engineering  Area Pelaksana  Pemeliharaan (APP) PT. PLN (Persero) Madiun Endah Yuliastuti, tengah menyampaikan kondisi terkini 2 Tower Sutet kondisi akibat penambangan liar.