ADAKITANEWS, Tulungagung – Ratusan warga berebut dua gunungan tumpeng raksasa di depan pintu gerbang Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung, Sabtu (18/11). Rebutan gunungan tumpeng ini merupakan tradisi dalam kegiatan ritual bersih nagari.

Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo mengatakan, tradisi bersih nagari merupakan agenda rutin yang digelar Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Tradisi ini digelar pada tanggal 18 November setiap tahun, sebagai wujud syukur dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Tulungagung, yang tahun ini merupakan hari jadi yang ke 812.

“Harapan kami, semoga ke depan seluruh masyarakat Tulungagung semakin sejahtera, dijauhkan dari marabahaya, selalu diberi keselamatan, murah rezeki dan tentunya rakyat Tulungagung panjang umur,” ucap Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo.

Syahri juga berharap kondisi Tulungagung yang saat ini kondusif akan terus tetap terjaga, baik dari segi sosial, politik, keamanan maupun ekonominya.

“Terlebih menjelang pemilihan kepala daerah, tentunya saya berharap kepada warga Tulungagung. Meskipun nanti ada perbedaan pilihan tentunya mohon semuanya menjunjung demokrasi. Jangan membuat perbedaan pilihan menjadi perpecahan dan suasana seperti ini mudah-mudahan akan terus berlangsung,” pesannya

Prosesi adat digelar dengan nuansa tradisional yang berlangsung khidmat dan sakral. Sementara Bupati dan para pejabat serta undangan lain yang mengenakan pakaian adat Jawa menunggu di paseban agung Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, panji-panji pusaka daerah berikut dua tumpeng raksasa tumpeng lanang, berisikan nasi kuning dan dengan segala lauk-pauknya dan buceng wadon yang berisikan segala macam hasil bumi berupa sayur dan buah, diarak dari depan kantor Pemkab Tulungagung menuju Pendapa.

Sepanjang rute kirab yang menempuh jarak sekitar satu kilometer, ribuan warga dan siswa SD hingga SMP tampak berdiri berjajar di sepanjang pinggir jalan demi menyaksikan rangkaian arak-arakan tumpeng. Arak-arakan ini diiringi puluhan punggawa kerajaan serta abdi dalem dan dayang-dayang yang menari diiringi musik gamelan dan sekelompok grup marching band tradisional.

Setelah dilakukan doa bersama, kedua tumpeng raksasa dibawa keluar pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa untuk direbutkan warga. Mereka rela saling berebut untuk mendapatkan tumpeng dan aneka buah-buahan yang tersaji dalam gunungan tumpeng kendati harus berdesak-desakan. Warga berharap dengan ikut berebut kedua tumpeng tersebut mereka akan mendapatkan berkah dari yang maha kuasa dan terhindar dari semua bahaya.

Selain kedua tumpeng raksasa tersebut, panitia juga menyediakan ratusan tumpeng kecil-kecil di beberapa titik sekitar Alun-alun Tulungagung yang dibagikan kepada warga untuk dimakan bersama.(ta1)

Keterangan gambar : Warga rebutan dua tumpeng raksasa.(foto : acta cahyono)