Kediri(adakitanews.com)—Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri melimpahkan berkas perkara korupsi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur.

Perkara dugaan korupsi yang dilimpahkan yakni kasus kredit bermasalah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Kediri, dengan nilai kerugian negara sebesar Rp 600 juta.

“ Kemarin (Kamis, 29/04/2021- red), kami baru melimpahkan berkas perkara dugaan kasus korupsi di BPR Kota Kedir kepada Pengadilan Tipikor Surabaya, “ kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Kediri, Nur Ngali saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat,( 30/04/21) siang.

Hanya saja, pihaknya belum mengetahui pasti jadwal penetapan sidang dugaan kasus korupsi tersebut, “ pastinya kapan kami masih menunggu kabar dari Pengadilan Tipikor, “ ucapnya.

Disingung soal jumlah kerugian yang timbul dalam dugaan kasus tersebut, Nur Ngali mengatakan berdasar Laporan Hasil Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Timur, disebutkan sebesar Rp. 600 juta.

“ Dari hasil audit BPKP, Nilai kerugian negara sebesar Rp. 600 juta, “ ungkapnya.

Apakah tidak ada tersangka lain selain dua tersangka yang sudah ditetapkan sejak awal penyidikan ? ditanya demikian Nur Ngali mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka baru, jika ada fakta baru dalam proses atau hasil persidangan nanti.

“ Kita lihat saja nati hasil persidangan. Jika ada fakta baru dalam persidangan, maka perkara itu pasti akan ditindaklanjuti, “ ucapnya.

Sekadar diketahui, kasus kredit bermasalah ini menyeret nama Indra Hariyanto (IH) selaku mantan account officer (AO) BPR Kota Kediri. Ditengarai ia kongkalikong dengan IR (Ida Riyani) selaku debitor. Lantas, penyidik Pidsus Kejari telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Indra dan Ida disangka telah bersekongkol agar dana kredit itu dapat cair meski proses survei dan verifikasinya tidak sesuai kondisi lapangan. Hingga saat ini, dua tersangka ini masih dititipkan di tahanan Polres Kediri Kota. (Tim).