ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha akhirnya dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, M Sunarto, Rabu (19/04). “Status itu memang sudah kita naikkan ke penyidikan, tapi penyidikan umum. Dan sudah saya tanda tangani hari ini,” katanya.

Mantan Kajari Jombang ini mengatakan, tim penyidik sudah mengantongi sejumlah barang bukti atas kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan di PD Aneka Usaha mulai tahun 2010 – 2016 itu.

Ia menambahkan, tim penyidik juga sudah memeriksa seluruh pihak terkait. Diantaranya pejabat PD Aneka Usaha, SKK Migas, PT Lapindo Brantas Inc, BBG serta DTA sebagai rekanan. Hanya saja, DTA masih belum pernah hadir memenuhi panggilan tim penyidik Kejari Sidoarjo. “Rencananya saat penyidikan, dewan Pengawas PD Aneka Usaha juga bakal dipanggil tim penyidik,” katanya.

Tim penyidik, lanjut Sunarto, menduga ada dugaan kebocoran dalam pengelolaan keuangan terutama dalam kontrak bagi hasil gas antara PD Aneka Usaha, PT Lapindo Brantas Inc, serta rekanan yakni DTA dan BBG.

DTA melaksanakan kontrak kerja mulai tahun 2010 – 2020 mendatang dengan PD Aneka Usaha. Namun mulai tahun 2015, mengalami kemacetan hingga menyebabkan tagihan senilai Rp 30 miliar hingga Rp 50 miliar belum terbayar. Saat macet itu, muncul rekanan baru BBG yang berani menalangi tagihan DTA.

“Itu menunjukkan ada sesuatu yang aneh dengan kontrak kerjanya. Saat DTA macet tak mampu membayar tetap diperbarui kontraknya tapi tetap dengan DTA,” jelasnya.

Kajari yang juga merupakan mantan Aspidsus Kejati Gorontalo itu mengatakan, meski BBG sudah investasi antara Rp 30 miliar sampai Rp 50 miliar, tapi belum bisa mengambil gas yang dibeli. Hal tersebut menurutnya disebabkan karena ada dugaan beberapa syarat baru yang belum dipenuhi PD Aneka Usaha baik syarat dari Kementerian Sumber Daya Mineral (SDM) maupun SKK Migas.

Menurut Sunarto, seluruh keuangan di unit usaha PD Aneka Usaha bakal didalami tim penyidik. “Kami sedang dalami kebocoran keuangan itu ke siapa saja,” ungkapnya.

Sementara Direktur PD Aneka Usaha, Amral Sugianto, ketika dikonfirmasi Tim Adakitanews.com, melalui ponselnya mengatakan belum bisa komentar atas naiknya status penyelidikan ke penyidikan ini. “Saya belum bisa berkomentar. Maaf ya,” ujarnya singkat.(sid2)

Keterangan gambar : Kajari Sidoarjo, M Sunarto.(foto : mus purmadani)