SABU DI TANGKAP 4ADAKITANEWS Nganjuk – Sepasang suami istri (Pasutri) asal Desa Banarankulon Kecamatan Bagor terpaksa berurusan dengan tim opsnal Satreskoba Polres Nganjuk. Pasalnya, pasutri ini diindikasikan sebagai pengedar narkotika jenis sabu-sabu.

Pasutri ini bernama Suraji,50, dan Ramiyem,50. Keduanya ditangkap dirumahnya sedang menyedot sabu-sabu bersama Eko Istianto,43, warga Desa Banaranwetang Kecamatan Bagor. Selain sebagai pengguna, ketiganya ditengarai sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

“Ketiganya kita amankan bersama barang bukti berupa satu paket sabu-sabu bersama pipet dan bong, tiga buah handphon, sebuah korek api, lima plastik klip dengan sisa sabu serta uang lima ratus ribu rupiah,” ujar Kasat Reskoba, AKP Supriyadi.

Menurut AKP Supriyadi, kedua pasutri ini ditangkap di rumahnya setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat jika keduanya sering menggunakan sabu dan memperjual belikannya baik untuk kalangan muda hingga pria dewasa. Sabu-sabu dijual dengan harga yang bervariasi mulai dari harga Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000, tergantung berat sabu yang dijual. “Awalnya kita meringkus pasutri, lalu pengembangannya berhasil meringkus pemasoknya,” ungkapnya.

Kasat Reskoba menyebutkan, pasutri ini awalnya hanya pengguna. Namun karena ada permintaan pesanan, lama-kelamaan mereka menjadi pengedar, karena keuntungan yang lumayan menggiurkan. “Di saat ekonominya masih bagus, keduanya hanya sebagai pengguna, namun setelah ekonominya merosot, pasutri tersebut memilih sebagai pengedar dengan mengambil barang dari tersangka Eko Istianto,” jlentreh AKP Supriyadi

Akibat perbutannya, ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 112 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya kurungan penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. “Kasusnya masih kita kembangkan untuk mengunggap bandarnya, setidaknya untuk memutus rantai peredarannya,” pungkas mantan Kapolsek Gondang ini.(Jati)