ADAKITANEWS, Jombang – Proses eksekusi rumah yang berada di Desa Ngrandu Lor Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang menjadi tontonan warga sekitar. Hal tersebut lantaran adanya bentrokan antara pemilik rumah dengan juru sita Pengadilan Negeri Jombang, Selasa (28/11).

Pemilik rumah sempat melakukan perlawanan terhadap petugas ketika hendak membuka gerbang rumah tersebut. Muliadi, 50, yang diketahui sebagai pemilik rumah melakukan perlawanan dengan cara melemparkan bahan bakar minyak yang masih berada dalam botol.

Muliadi merasa marah lantaran ia tidak mengetahui terkait kasus sengketa rumah miliknya. Menurut Muliadi, masalah bermula dari dipinjamkannya sertifikat rumah miliknya kepada Rudianto, salah satu temannya. Dari situ, sambung Muliadi, hingga berakhir sertifikat rumah miliknya sudah berpindah tangan ke pihak lain.

“Awalnya Rudianto pinjam sertifikat untuk tambahan modal dan dia mengajak saya ketemu temannya yang mengaku bisa mencairkan modal tersebut. Dan akhirnya sampai muncul yang namanya Akta Jual Beli (AJB),” ungkap Muliadi saat diwawancarai.

Muliadi juga mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya pemindahan kepemilikan sertifikat miliknya kepada pihak lain melalui proses AJB. Ia baru mengetahuinya ketika ada pihak bank yang akan mengeksekusi rumahnya. “Saya tidak mengetahui soal AJB tersebut. Bahkan saya baru mengetahui ketika saya masih berada di Kalimantan, ketika itu ada pihak bank yang akan eksekusi rumah saya,” tuturnya.

Sementara itu, Beni Hendro Yulianto SH selaku kuasa hukum dari Muliadi mengatakan bahwa ada kesalahan pada saat proses persidangan. Kesalahan tersebut berupa kekeliruan pada nama pemilik sertifikat. “Pada surat keputusan yang dikeluarkan oleh PN tertulis nama Jumiati pemilik rumah, sedangkan pada faktanya pemilik rumah bernama Sumujiati,” paparnya.

Beny mengungkapkan bahwa pihak Muliadi telah melaporkan kepada Pengaduan Masyarakat (Dumas) Polres Jombang terkait masalah tersebut. “Kemarin Pak Muliadi sudah melaporkan kembali masalah ini ke Dumas. Sebelumnya sudah melaporkan hal tersebut tetapi di-SP3 karena tidak adanya unsur pidananya. Kami juga akan melakukan banding terkait putusan ini,” tandasnya.

Terpisah, Juru Sita PN Jombang, Sumantri SH saat dikonfirmasi Tim Adakitanews.com menegaskan bahwa tidak ada kekeliruan apapun dalam proses putusan oleh PN Jombang. “Tidak ada kekeliruan apapun. Bisa dicek ke Pengadilan Negeri Jombang,” tuturnya singkat.

Untuk diketahui, Pengadilan Negeri Jombang telah menjatuhkan putusan eksekusi terhadap obyek sengketa perkara nomor 7/Pdt.Eks.HL/2017/PnJbg atas nama pemohon eksekusi yang diajukan oleh Bachroien, warga Desa/Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, terhadap Surat Hak Milik (SHM) nomor 00312 milik Jumiati, warga Ngrandu Lor Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang.(ar)

Keterangan gambar: Situasi saat eksekusi rumah milik Muliadi. (bawah) Beni Hendro Yulianto SH selaku kuasa hukum dari Muliadi saat menunjukkan beberapa surat.(foto:adi rosul)