Emak-Emak Ikut Arisan Daring, Uang 2,5 Miliar Melayang dibawa Kabur Bandar

Kediri(adakitanew.com)—Sebagaimana yang dilakukan ibu-ibu di kampung, arisan akan dinikmati hasil secara bergiliran oleh para anggotanya dengan periode tertentu sesuai kesepakatan.

Begitu pula yang dilakukan emak-emak milenial saat ini. Mereka kini membuat sistem arisan online atau daring. Sayangnya, bukan keuntungan yang mereka dapatkan setelah mengikuti sistem arisan ini. Justru, para anggota arisan online ini mengalami kerugian mencapai Rp 2,5 miliar.

Kasus ini mencuat dari salah seorang anggota member dengan inisial An, warga Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Ia meminta untuk dirahasiakan identitasnya karena ia khawatir uang yang telah disetor ke bandar tidak akan dikembalikan.

Namun, disisi lain, perempuan ibu satu anak ini berharap ada kejelasan dari uang setoran ke arisan itu senilai Rp 26,9 juta. “Kerugian all member 2,5 milyar, dari 80-an member,” ungkap An, Kamis (21/4/2022).

Dalam pengakuannya, An mengikuti arisan online dengan inisial “Be” karena tergiur adanya keuntungan yang tinggi dalam periode yang terbilang singkat. Yakni, sekitar 12 hari, member bisa mendapatkan uang arisan tersebut. Misal, kata An, dalam satu room arisan Rp 5 juta. Ada pembagian peran dalam tiap roomnya. Yakni, owner, admin, slot 1 sebagai peminjam, dan slot 2 & 3 sebagai investor.

“Kita itu modal 3 juta itu baliknya bersih per 24 hari Rp 4,6 juta, jadi untung dari 24 hari itu 1,6 dari modal,” terang An.

Hal ini mulai bermasalah pada 19 November 2021 lalu. Arisan “Be” ini sudah tidak ada kabar. Dan Owner sudah tidak bisa dihubungi. Jadwal motel atau mendapatkan uang dari room arisan online ini tidak ada.

Sehingga, para member langsung mencari owner dan menghitung total kerugian. Sebelumnya, memang ia sangat percaya dengan arisan online “Be” ini karena riba atau keuntungan yang didapatkan lebih banyak. Apalagi banyak testimoni dari anggota grup arisan online “Be” dengan via whatsapp ini.

An mengaku para membernya mengetahui bila arisan online ini tidak ada payung hukum yang mengikat. Bahkan, sejak awal juga tidak ada perjanjian tentang arisan ini antara owner arisan dengan para member.

“Ya karena sudah booming dan ribanya lebih banyak, daripada kita tanam di bank, lebih baik kita tanam di arisan online. Ribane ya cepet dapat lebih banyak. Dan member tahu kok ini tidak ada kekuatan hukum. Dengan sistem kepercayaan antar member,” beber An.

Setelah tanpa kejelasan, An juga mengaku bahwa ada beberapa teman membernya yang sudah melaporkan ke Polres Kediri. Laporan tersebut mengerucut ke dugaan penipuan.

Dikarenakan, para member akhirnya mengetahui bahwa slot 1 yang seharusnya sebagai peminjam uang, ternyata itu ialah ownernya dengan diatasnamakan orang lain.

“Ini tafsiran sementara Rp 2,5 miliar dan kemungkinan bertambah. Asline yang buat masalah ya karena bandarnya sendiri pakai uang, tapi pakai nama orang lain,” pungkas An.(Gar).

Recommended For You