width=

Kediri(Adakitanews.com) – Personel Satresnarkoba Polres Kediri Kota menangkap empat pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) dan menyita ribuan pil dobel L sebagai barang bukti.

Empat pengedar ini yakni Alan (33) asal Kecamatan/Kota Kediri, Suparji (45) asal Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, serta Soleh (34) dan Nuri (34) asal Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.

Menurut Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Ni Ketut, penangkapan empat pelaku tersebut terjadi pada Senin (15/3/2021) sekira pukul 15.30 WIB.

Awalnya, personel Satresnarkoba mendapat informasi jika di Jalan Tinalan Gang 3 Kecamatan Pesantren Kota Kediri akan ada transaksi pil dobel L.

Setelah dilakukan penyelidikan, ada seseorang yang mencurigakan. “Personel pun segera menghampiri orang tersebut, tapi dia berupaya melarikan diri,” katanya, Selasa (16/3/2021).

Setelah dilakukan upaya paksa terhadap seorang laki-laki tersebut, dia tidak lain adalah Alan. Dari hasil penggeledahan, personel menemukan pil dobel L sebanyak 116 butir dan uang tunai Rp70 ribu yang diakui sebagai hasil penjualan pil doubel L.

Dengan barang bukti tersebut, Alan segera diamankan di Polsek Pesantren. Dari hasil penyidikan, Alan memporelah barang tersebut dari Suparji.

“Personel segera melakukan penangkapan kepada pelaku, barang bukti yang disita yakni 148 pil dobel L dan satu unit ponsel,” ujarnya.

Ternyata, dari hasil pemeriksaan terhadap Suparji, dia memperolah pil dobel L dari Soleh. Soleh pun ditangkap dengan barang bukti satu unit ponsel yang digunakan untuk transaksi.

Sementara itu, kata AKP Ni Ketut, Soleh mendapatkan pil dobel L yang dijual ke Suparji dari Nuri. Personel pun segera menangkap Nuri di rumahnya dengan barang bukti pil dobel L sebanyak 1.772 butir.

Selain itu, personel juga menyita satu unit ponsel, satu bendel plastik klip sebagai pembungkus pil dobel L, serta uang tunai Rp100.000 dari hasil penjualan.

Keempat pelaku tersebut saat ini berada di ruang tahanan Polsek Pesantren. Mereka dijerat dengan Pasal 196 UU RI Nomor 36 TH 2009 tentang Kesehatan atau Pasal 3 ayat 1 Jo Pasal 12 strblt Nomor 419 Tahun 1949 tentang obat Keras.(Oky).