Kediri, (adakitanews.com) — Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Kediri diprediksi dilanda bencana kekeringan. Hal ini dilihat berdasarkan pengalaman BPBD Kabupaten Kediri tahun 2019 saat musim kemarau seperti saat ini.

Petugas BPBD pun telah melakukan pemetaan apabila terjadi kekeringan atau kesulitan air bersih. Untuk enam kecamatan di Kabupaten Kediri yang berpotensi dilanda kekeringan yaitu Kecamatan Semen, Kecamatan Plosoklaten, Kecamatan Puncu, Kecamatan Grogol, Kecamatan Mojo, dan Kecamatan Tarokan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri, Saifudin Zuhri menjelaskan kategori kekeringan yang berpotensi melanda Kabupaten Kediri masih dalam level sedang. Hal ini dilihat dari prakiraan BMKG terhadap perkiraan turunnya hujan di Wilayah Kabupaten Kediri.

“Di Kabupaten Kediri dalam sepuluh hari sekali masih turun hujan di sejumlah wilayah. Dalam rentang waktu tersebut, Kabupaten Kediri masih tergolong zona oranye,” ungkapnya, Selasa (22/9/2020).

Sebagai upaya antisipasi terjadinya kekeringan, pemerintah Kabupaten Kediri akan membangun sejumlah sumur. Tidak hanya itu, droping air bersih juga akan dilakukan ke sejumlah titik yang menjadi langganan kekeringan.

Selain mengantisipasi kekeringan, BPBD Kabupaten Kediri juga mengantisipasi ancaman bencana kebakaran lahan. Daerah lereng gunung wilis menjadi fokus utama untuk dilakukan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan kepada warga.

“Saat ini kami juga mengantisipasi bencana kebakaran hutan. Kami himbau warga untuk tidak melakukan pembakaran pada saat membersihkan lahan pertanian,” ucapnya.(Nu).