Era Milenial, Sejarah Sangat Penting dan Harus Dihormati

Kediri(adakitanews.com)—Puluhan siswa dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Kediri berkeliling ke tempat peninggalan sejarah dan budaya. Kegiatan itu dalam rangkaian Lawatan Sejarah dan Budaya Kabupaten Kediri.

Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Yuli Purwantoko mengatakan lawatan sejarah dan budaya Kabupaten Kediri sebelum sempat menjadi kegiatan rutin namun vakum karena pandemi covid-19.

“Kegiatan lawatan sejarah ini sebetulnya sudah rutin kami laksanakan setiap tahunnya. Karena tahun kemarin ada pandemi Covid-19 sepat tertunda dan tahun ini kita adakan lagi,”kata Yuli, Rabu saat diwawancarai di Goa Jegles Desa Keling Kecamatan Kepung, (20/7/2022).

Dalam kegiatan lawatan sejarah untuk anak sekolah setingkat SMA/SMK, ditahun ini di awali dari situs Tondowongso Desa Gayam Kecamatan Gurah.

Kemudian berlanjut ke Masjid Ringing Agung, Arung jegles dan Gua Jegles di Desa Keling serta pertirtaan dusun Geneng Desa Brumbung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.

“Sepanjang perjalanannya, di setiap cagar budaya atau peninggalan yang dikunjungi, para siswa diperkenalkan pada sejarah penemuan dan latar belakang budaya dari masing-masing tempat,”terangnya.

Disampaikan Yuli, lawatan Sejarah dan Budaya ini sendiri dinilai sanga bermanfaat agar para siswa bisa tahu lebih mendalam tentang asal-usul daerah asal mereka.

Selain itu, pengenalan sejarah lingkungan sekitar atau lokal memang perlu dilakukan sejak dini, agar anak-anak masa kini bisa tetap menghormati budaya dan sejarah bangsa.

“Agar para kaum milenial ini mencintai budaya dan peninggalan nenek moyang khususnya di wilayah Kabupaten Kediri. Karena apa? Kalau mereka belajar tentang budaya, itu malas, tapi kalau mereka disuruh ke mall, enggak langsung diundang langsung berangkat,” papar Yuli.

Sementara itu, Meira Triantari salah seorang Guruh asal SMK 1 Purwoasri mengungkapkan, kegiatan ini sangatlah bagus. Karena, di era modernisasi atau milenial ini anak-anak sekarang jarang sekali yang tahu sejarah masing-masing desa.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali untuk anak-anak mengenal sejarah desanya masing-masing atau sejarah lokalnya masing-masing. Agar mereka tahu sejarah itu harus dihormati,”ungkap Meira guru pengajar Sejarah di SMK Purwoasri 1.

“Dari kegiatan ini anak-anak nantinya juga diminta untuk menulis karya tulis ilmiah tentang foklore atau mitos desa, ini sangat bagus dan bermanfaat. Karena saya sendiri sebagai pengajar tentang sejarah anak-anak ini sangat minim tentang sejarah,”jelasnya.

Untuk diketahui, lawatan sejarah ini diikuti 50 siswa dari 30 sekolah SMA/SMK sederajat di Kabupaten Kediri ini nantinya juga diminta membuat sebuah karya bertema legenda desa, yang nantinya akan dilombakan.

Setelah karya rampung, para siswa nanti akan diminta untuk mempresentasikan karya tersebut. Mereka yang terpilih sebagai juara nantinya akan mewakili Kabupaten Kediri ke tingkat provinsi, dan juga pusat. Selain karya tulis nantinya juga ada lomba lukis cagar budaya.(Gar).

Recommended For You