ADAKITANEWS, Kota Madiun – Hasil evaluasi pelaksanaan Operasi Ramadniya tahun 2017 selama ramadan hingga hari raya Idul Fitri di wilayah hukum Polres Madiun Kota terbilang lancar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasatlantas Polres Madiun Kota, AKP Purwanto Sigit Raharjo, saat ditemui Tim Adakitanews.com di ruangannya pada Senin (03/07). Ia menyatakan bahwa selama pelaksanaan Ops Ramadniya 2017, tidak ada hal-hal atau kejadian yang luar biasa.

AKP Purwanto Sigit mengatakan, selama pelaksanaan Operasi Ramadniya memang telah terjadi 19 kecelakaan lalulintas. Angka tersebut naik 11 persen jika dibandingkan dengan pelaksanaan operasi yang sama pada tahun 2016 lalu yakni 17 kejadian.

Kasatlantas menambahkan, dari 19 kejadian lakalantas tersebut, 2 orang meninggal dunia. Sedangkan untuk korban luka ringan maupun berat, semuanya mengalami penurunan.
Yakni luka berat selama tahun 2017 tidak ada, sedangkan tahun 2016 ada satu korban luka berat. Sementara korban luka ringan tahun 2017 berjumlah 21 dan mengalami penurunan dibanding tahun 2016 yang berjumlah 23 jumlah korban.

“Untuk kecelakaan lalulintas masih didominasi oleh pemakai roda 2, dan didominasi oleh pihak swasta yang berusia 31 tahun hingga 40 tahun. Dan Jalan Raya Jiwan Solo merupakan lokasi yang paling sering terjadi kecelakaan,” jelasnya.

Masih menurut AKP Sigit, banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya suatu kecelakaan. Namun pada masa liburan Idulfitri tahun 2017 ini, faktor kelelahan atau kurang konsentrasi serta kurang hati-hati menjadi salah satu penyebabnya.

Menurut Kasatlantas, kejadian kecelakaan tersebut didominasi oleh warga lokal Madiun dan bukan pemudik. Dimungkinkan, ketidak patuhan terhadap peraturan serta rambu lalu lintas juga memicu terjadinya kecelakaan tersebut.(bud)

Keterangan gambar : AKP Purwanto Sigit Raharjo.(foto : budiyanto)