unduhan (5)@dakitanews Nganjuk – Kabupaten nganjuk berencana membangun gedung sekolah dasar (SD) baru senilai Rp. 2,5 milyar. Anggaran itu tercantum dalam APBD Kabupaten Nganjuk 2015.

Anehnya, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah (Disdikporada) Nganjuk sendiri menyebut dana sebesar itu masih wajar. Proyek itu dibangun untuk SDN Balongpacul, Kecamatan Nganjuk setelah bangunan sekolah lamanya terkena dampak proyek jalan tol Trans – Jawa.

Disdikporada Nganjuk telah membuka lelang proyeknya sejak dua bulan sebelum proyek ditender melalui situs resmi layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Pemkab Nganjuk. Bahkan, proses pengerjaan fisiknya sudah mulai berjalan dan dimenangkan oleh CV Cipta Mandiri asal Tulungagung sejak 16 September lalu.

Salah satu mandor proyek, Ahmad Sawali,50, menyampaikan masa berlaku  proyek tersebut selama 110 hari sejak lelang dimenangkan dengan membangun enam lokal bangunan berupa gedung kelas 1 hingga kelas 6, ruang kepala sekolah, kantor dan gedung perpustakaan. “Pokoknya kami bekerja sesuai kontrak,” ujarnya.

Hery Endarto, pengawas proyek menilai anggaran sebanyak itu masih wajar. Mengingat, berdasarkan dokumen kontrak memang dipilih bahan-bahan baku yang bemutu tinggi dan harganya lebih mahal. Seperti kerangka bangunan yang tidak terbuat dari kayu, melainkan dari bahan galvalum atau besi aluminium. “Saya sudah cermati hitung-hitungannya, memang segitu nilainya,” kata Hery.

Hery mengakui bahwa nilai proyek pembangunan SDN Balongpacul sangat mungkin jauh lebih mahal, dari nilai proyek pembangun SD-SD lainnya di Nganjuk. Namun menurut dia, selain pemilihan bahan baku yang berkualitas, proyek juga mengikutsertakan pembanguan dua unit gedung taman kanak-kanak (TK), yang menjadi satu kompleks dengan SDN Balongpacul. “Ada tambahan gedung TK-nya,” imbuhnya.

Terpisah M. Yasin, Sekretaris Disdikporada Nganjuk menyebut, ada alasan khusus pihaknya menganggarkan dana sebesar itu untuk membangun ulang SDN Balongpacul. Yakni, mengingat gedung lama tergusur oleh mengaproyek tol Trans-Jawa, sehingga pihak pengelola tol kemudian memberikan ganti rugi untuk membangun gedung baru.

“Asal dana dari pihak tol, makanya dianggarkan tinggi,” ujarnya. Sebelum memberi kompensasi untuk pembangunan gedung baru, Yasin menyebut pihak pengelola tol juga telah mengganti tanah baru untuk lokasi pembangunan sekolah (Jati)

Keterangan Gambar : Logo Kabupaten Nganjuk