ADAKITANEWS, Tulungagung – Malang menimpa Bunga, bukan nama sebenarnya, gadis imut yang baru berusia 13 tahun asal Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan. Di usianya yang masih belia, Bunga sudah menjadi korban seorang mucikari bernama JA, 49, asal Desa/Kecamatan Kedungwaru Tulungagung.

Kemalangan korban terungkap dari postingan di sebuah di medsos, bahwa di daerah Ngujang Kabupaten Tulungagung ada seorang anak yang akan dijual oleh seorang ibu.

“Atas informasi tersebut, tim dari Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tulungagung, melakukan penyelidikan. Ternyata benar petugas segera menjemput Bunga. Polisi juga menangkap JA,” kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo, Senin (04/12).

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa setelah kedua orang tua Bunga bercerai, Bunga ikut ibunya ke Jawa yang kemudian menikah lagi. Sementara ayah tiri Bunga, merupakan kakak dari JA.

Karena faktor ekonomi, ibu Bunga merantau ke luar Jawa, sedang Bunga tinggal bersama ayah tirinya di Trenggalek. Karena ayah tirinya dalam kondisi sakit-sakitan, akhirnya Bunga dititipkan kepada JA, untuk dicarikan pekerjaan. Namun oleh pelaku, Bunga malah dijual kepada Rohmad, 53, warga Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.

“Dari pengakuan Bunga maupun Rohmad, perbuatan persertubuhan tersebut dilakukan di sebuah kamar di salah satu warung kopi di Ngujang. Ini diperkuat hasil visum et repertum ada luka di kemaluan korban,” ujar AKP Mustijat.

Sementara itu JA mengakui menjual Bunga kepada Rohmad dengan tarif Rp 1 juta. Dan uang hasil menjual Bunga tersebut seluruhnya dikuasai JA.

Kini kedua pelaku diamankan di Mapolres Tulungagung, bersama barang bukti pakaian korban dan sejumlah uang hasil transaksi. Sementara Bunga, dititipkan di sebuah Panti Asuhan.

Pelaku dijerat dengan pasal berlapis yaitu pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu juga diancam dengan pasal 81 ayat 2 juncto pasal 76 UU RI Nomor 17 Tahun 2016, juncto UU RI Nomor 35 Tahun 2014, juncto UU RI Nomor 23 tahun 2001 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.(ta1)

Keterangan gambar : Pelaku trafficking bersama barang bukti.(foto : acta cahyono)