ADAKITANEWSIMG02152-20150106-1405IMG02155-20150106-1441IMG02160-20150106-1507, Kediri –  Aksi penjambretan terjadi di jalan Raya Jombang – Pare, di Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Selasa (6/1) pagi pukul 08.45 Wib. Peristiwa tersebut merenggut nyawa satu orang yaitu penjambretnya lantaran menabrak  sepeda motor pengguna jalan. Saat ini kasus tersebut ditangani pihak Polres Kediri.

Informasi yang dihimpun @dakitanews.com, peristiwa penjambretan ini bermula saat Istiyowati, 34, korban penjambretan warga desa setempat berjalan dari arah selatan menuju ke utara dengan membawa tas warna hitam yang ditaruh di pundaknya. Tiba-tiba dari arah belakang, dua orang mengengendarai sepeda motor Satria FU yakni Gusti Pramono, 32, warga Jalan Gembongan Desa Karanganyar, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar dan Muslimin, 34, warga Japanan Mojokerto, langsung merampas tas korban.

Namun, kedua pelaku gagal merampas tas korban. Para pelaku langsung kabur menancapkan gas sepeda motor ke arah utara. Merasa menjadi korban penjambretan meski tasnya gagal diambil, spontan korban berteriak jambret. Ternyata teriakan korban tersebut mengundang perhatian warga dan mengejar kedua pelaku tersebut.

Sementara itu kedua pelaku, yang melaju dengan kecepatan tinggi, sekitar 500 meter korban mencoba mendahului Mobil Avanza warna hitam. Tak disangka, saat pelaku mendahului mobil tersebut dari arah berlawanan muncul sepeda motor Yamaha Jupiter dan tabrakan pun tak terhindar.

Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung menolongnya. Dan dari selatan, warga berteriak jika yang mengendarai sepeda motor Satria, pelaku penjambretan. “Memang tadi di sini lokasinya. Ya saya kira kecelakaan biasanya ternyata jambret, “terang Darno, 38, warga setempat.

Dia mengatakan, pelaku penjambretan yang mengalami kecelakaan tersebut langsung tak sadarkan diri. Teman korban yang diboncengnya sempat sadar dan diamankan anggota Polres Kediri. “Penjambretnya tidak dihajar masa. Setelah kecelakaan itu pak polisi datang dan membawa pelaku, “jelasnya.

Sementara itu Kabag Humas RS HVA Toeloengredjo dr Menis menuturkan, pelaku penjambretan yang mengalami kecelakaan sempat mendapatkan perawatan medis namun pelaku nyawanya tak bisa diselamatkan. “Dia (pelaku, red) meninggal di RS HVA saat mendapatkan perawatan. Luka pada kepalanya cukup parah dan kakinya juga parah, “tutur dr Menis.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Nandu Dyanata menuturkan salah satu yakni Muslimin saat ini masih dalam pemeriksaan. “Barang bukti tas warna hitam, hp dan uang Rp 300 ribu milik korban kita amankan. Tak hanya itu sepeda motor juga kita amankan. Saat ini pelaku (Muslimin, red) masih kita mintai keterangan untuk mengembangkan kasusnya, “ungkap Kasatreskrim.(gar)

Keterangan Gambar : Pelaku penjambretan saat berada di RS HVA Toeloengredjo bersama keluarganya.