naqsabandiyah 3ADAKITANEWS, Jombang – Sekitar seribu lebih jamaah Naqsabandiyah di Jombang hari ini memilih belum menjalankan ibadah puasa.  Mereka baru melaksanakan ibadah puasa pada Selasa, (07/06) besok.

Seluruhnya merupakan warga satu kampung di Dusun Kapas Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang yang merupakan jamaah Naqsabandiyah Kholidiyah.  Keputusan itu sendiri karena amir jamaah menyebut tim rukyat mereka gagal melihat hilal.

Pimpinan jamaah Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah, Nasuha Anwar mengatakan, tim yang mereka terjunkan pada pemantuan hilal Minggu (05/06) sore kemarin gagal melihat bulan yang merupakan penanda awal bulan Ramadan.

Bahkan meski telah menggunakan alat rukyat berupa teropong hingga kompas, namun rukyatul hilal yang dilakukan tetap gagal. Jamaah akhirnya memutuskan melakukan penggenapan bulan Syakban menjadi 30 hari sehingga awal bulan puasa mereka lebih lambat satu hari dari keputusan pemerintah.

“Kami juga mengikuti perjalanan rukyat Kemenag Kabupaten Jombang ternyata kami berserta jamaah-jamaah meski membawa alat tapi tidak bisa melihat hasil rukyat tersebut karena dalam keadaan yang tidak jelas dan tidak yakin,” kata Nasuha Anwar, Senin (06/06).

Berdasarkan  pantauan tim adakitanews.com, sejumlah warung dan tempat penjulan makanan di desa setempat juga masih tampak dibuka seperti hari-hari biasa. Selain tidak terlihat aktivitas mencolok, Dusun Kapas yang merupakan basis Jamaah tarekat Naqsabandiyah di Jombang juga masih ramai karena warga masih beraktivitas seperti biasa.

Warga mengaku memilih menjalankan ibadah puasa pada Selasa besok, karena mengikuti perintah dari amir jamaah.  Meski berbeda dengan umat lain,warga menyebut perintah tersebut sudah menjadi keputusan secara turun temurun.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Kegiatan rukyatul hilal jamaah Naqsabandiyah Kholidiyah, Minggu (05/06).