Kediri(adakitanews.com)—Unit Reskrim Polsek Ngadiluwih Polres Kediri, berhasil menggagalkan peredaran narkoba sebanyak ribuan butir pil dobel L.

Tidak tanggung-tanggung petugas juga menyita 284 ribu butir pil dobel l siap edar, 3 handphone yang digunakan untuk bertransaksi dan satu unit mobil yang digunakan tersangka membawa narkoba.

Kedua tersangka masing-masing Sigit (25) warga Desa Boro Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung dan Wahyu (21) warga Kelurahan Wiyung Surabaya.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setya Budi mengatakan, terungkapnya sindikat bandar narkoba berawal, saat mobil dengan nopol S 1914 ZS yang dikendarai tersangka Wahyu melanggar marka jalan dan dihentikan petugas Satlantas Polres Kediri, pada Selasa sore (14/12/2021).

“Pada saat akan diperiksa kelengkapan surat-suratnya, mobil justru tancap gas dan kabur.”terang AKP Iwan, Kamis (16/12/2021).

Petugas kemudian mengejar mobil tersangka dan akhirnya tertangkap di Desa Bangle Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri.

“Saat digeledah, ternyata di dalam mobil ada narkoba sebanyak 15 ribu butir. Tersangka Wahyu dan barang bukti serta mobil kita bawa ke Mako untuk dikembangkan.” tambah AKP Iwan.

Dari pengakuan Wahyu, ia mendapatkan barang dari Sigit di Tulungagung. Petugas langsung kerumah Sigit dan menangkapnya.

“Dari rumah Sigit kita mendapatkan 269 ribu butir pil dobel l. Dari hasil pengakuan Sigit, ia mendapatkan barang haram dari seseorang di dalam Lapas Madiun,” tutur AKP Iwan.

Rencananya barang haram tersebut akan dikirim Sigit ke Mojokerto Dan Surabaya, dengan sistem ranjau.

“kini kedua pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatanya. Keduanya akan dijerat dengan Pasal 196, dan 197 UU no 36 thn 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman diatas 10 tahun,”tutup AKP Iwan Setya Budi.(Gar).