Galian C Ditutup, Ratusan Sopir Dum Truck Demo DPRD Ponorogo

2016-02-01_22.16.43ADAKITANEWS, Ponorogo – Hampir satu bulan sopir dum truck pengangkut hasil tambang galian C di Ponorogo tidak bisa mengais rejeki. Pasalnya, tambang Galian C untuk mereka hidup telah ditutup oleh Pemerintah setempat.

Ratusan sopir dum truk tergabung yang dalam Paguyuban Reyog Damai mendatangi kantor DPRD Kabupaten Ponorogo guna memperjelas nasib mereka, Senin (01/02).

Pantauan tim adakitanews.com, dalam aksi ini ratusan orang dan puluhan truck sebelum mendatangi kantor dewan, terlebih dahulu mereka berkumpul di Jalan Baru mulai pukul 09.00 Wib. Mereka melakukan longmarch menuju kantor DPRD setempat dan berkumpul di depan Alun-alun. Ratusan sopir dum truck ini menuntut DPRD untuk tidak mempersulit ijin tambang manual.

Pemkab diminta tetap mengijinkan pertambangan yang berada di sungai. Lokasi tambang diberi tanda untuk tambang resmi dan tambang tidak resmi. Selain beberapa tuntuan tersebut, mereka meminta sejumlah armada truck yang ditahan di Mapolres Ponorogo segera dibebaskan.

“Kami datang ini untuk menuntut pemerintah Kabupaten Ponorogo dan DPRD segera memperjuangkan pembukaan tambang galian C. Karena sudah sebulan lebih kami tidak bisa mendapatkan pasir dan bahan lain. Padahal, hasil tambang itu berasal dari tanbang galian C dan berada di sejumlah lokasi,” ujar Karsono, salah satu perwakilan sopir dump truck dalam orasinya.

Selain itu, ratusan sopir ini juga mengancam akan melakukan aksi dengan massa berlipat jumlahnya dari yang ikut demo hari ini. “Hari ini ada sekitar limaratusan dump truck ikut demo, jika nanti tidak segera ada upaya untuk membuka pertambangan, kami akan kembali menggelar aksi damai dengan jumlah jauh lebih banyak,” ujar Karsono.

Pasalnya, mereka kesulitan membiayai truck yang terlanjur mereka beli dengan cara mengangsur ke lembaga leasing. “Bagaimana lho, mas ? truk kami ini beli dengan cara mengangsur. Kami harus menyiapkan uang jutaan rupiah untuk mengangsur ke leasing. Kalau kami tidak bisa mengambil pasir dan menjualnya, dari mana kita bisa mengangsurnya,” ujar Sudarmo sopir truk lainnya.

Usai melakukan orasi, perwakilan massa sebanyak 10 orang diterima pimpinan dewan, Dinas PU dan Polres Ponorogo. Namun, hasil pertemuan tidak memuaskan. Perwakilan massa langsung keluar menemuai massa dan membubarkan diri, sembari berjanji akan datang lagi dengan massa lebih besar.(UK/zay)

Keterangan Gambar : Sejumlah perwakilan massa tengah melakukan orasi di depan gedung DPRD Kabupaten Ponorogo.

Recommended For You