ADAKITANEWS, Kediri – Sukadi, Kepala Dusun (Kasun) I Desa Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri tidak terima diberhentikan secara sepihak oleh Kepala Desanya. Meski saat ini sedang menderita sakit Darah Tinggi (Stroke), ia mengaku tetap bekerja sesuai dengan tugasnya.

Ditemui di rumahnya, Sukadi mengaku kecewa atas pemberhentian tersebut. Pasalnya, selama ini ia merasa selalu mengabdi dan menjalankan tugasnya dengan baik, meskipun kondisi fisiknya sedang sakit. “Saya sudah mengabdi selama 39 tahun, namun baru 2 bulan ini saya tidak bekerja karena saya mendengar kalau sudah diberhentikan oleh Kepala Desa,” ujarnya, Selasa (21/02).

Sukadi mengaku tidak pernah diajak musyawarah ataupun diberikan surat pemberitahuan. Bahkan, ia baru mengetahui pemberhentian dirinya dari teman-temannya sesama perangkat Desa Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. “Saya tidak pernah diberitahu ataupun diajak musyawarah kalau mau diberhentikan dari jabatan Kasun I,” imbuhnya.

Lantaran tidak terima atas pemberhentian sepihak tersebut, Sukadi akhirnya mengirim surat kepada Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri.
Dikonfirmasi terpisah, Supadmoko, Kepala Desa Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri mengatakan, bukan dia yang memberhentikan Sukadi lantaran memang bukan kewenangannya. Kata Supadmoko, yang memberhentikan Sukadi justru adalah Bupati Kediri.

Setahunya, alasan pemberhentian Sukadi adalah lantaran yang bersangkutan sudah tidak bekerja selama 4 tahun. Padahal di dalam Undang-undang disebutkan, jika selama 6 bulan berturut-turut pegawai tidak masuk kerja, maka dapat diberhentikan. “Saya hanya dapat perintah dari Bupati Kediri, kalau tidak diperintah, saya juga tidak berani memberhentikan Sukadi, karena itu bukan wewenang saya,” cakapnya saat ditemui di kantornya.

Lanjut Supadmoko, Surat Keputusan (SK) pemberhentian Sukadi memang sengaja baru ia berikan atas permintaan keluarga. Pasalnya pihak keluarga takut kalau kesehatan Sukadi semakin memburuk. “Surat ini memang baru saya berikan, karena yang meminta adalah pihak keluarganya. Sebenarnya sudah dibuat pada 31 Januari 2017 lalu,” ujarnya singkat.(kdr4)

Keterangan gambar: Sukadi, Kepala Dusun I Gogorante Ngasem Kediri saat ditemui Tim Adakitanews.com di rumahnya.(foto:fasihhuddin kholili)