ak@dakitanews Nganjuk – Bupati Nganjuk Drs H. Taufiqurrahman melakukan aksi chicken dance atau tarian ayam bersama tiga ribu murid pendidikan anak usia dini (PAUD) di Alun-Alun Nganjuk. Tari kolosal ribuan murid PAUD, TK dan Taman belajar digelar dalam rangka pembukaan gebyar pendidikan anak usia dini 2014 di Alun Alun Nganjuk, Minggu (16/11).

Sekitar sepuluh menit, Bupati Taufiqurrahman dan Bunda PAUD Hj. Ita Triwibawati, istri bupati melakukan aksi chicken dance bersama ribuan murid PAUD yang memadati areal Alun Alun. Selesai menari, anak-anak PAUD yang semula berjajar rapi mendadak berebut ingin foto bersama Bupati Nganjuk dan Bunda PAUD.

Menurut Taufiqurrahman, tiga aspek penting yang perlu diperoleh untuk mendukung perkembangan anak-anak usia dini, yaitu layanan pendidikan, kesehatan dan gizi, serta perlindungan. Ketiga hal tersebut harus diberikan seoptimal mungkin agar upaya menyiapkan generasi bangsa ke depan yang lebih baik dapat tercapai.

Pernyataan tersebut diungkapkan, Bupati Nganjuk dalam sambutanmya saat membuka acara. Bupati Nganjuk juga menambahkan, upaya tersebut membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat. “Ini harus kita kerjakan bersama-sama. Kalau hanya mengandalkan pemerintah, tidak mungkin kami dapat melayani dengan baik anak usia dini untuk mendapat pendidikan yang baik,” tutur Bupati Taufqiurrahman.

Lebih jauh Bupati Nganjuk mengatakan, layanan pendidikan yang perlu diberikan kepada anak usia dini difokuskan pada pendidikan karakter.

Karena, karakter tidak dapat dibangun hanya dalam waktu satu atau dua tahun, melainkan pembangunan yang berkelanjutan. “Karakter akan dibawa hingga dewasa. Itulah mengapa pendidikan karakter sejak usia dini sangat penting,” ujar Bupati Taufiqurrahman.

Sementara itu, untuk memberikan layanan kesehatan dan gizi semaksimal mungkin menjadi penting. Kesehatan dan gizi yang memadai akan meningkatkan kemampuan psikomotorik anak.

Sedangkan yang terakhir, dikatakan Bupati Taufiqurrahman juga tidak boleh diabaikan adalah perlindungan. Dimana agar seluruh pihak dapat berperan dalam memberikan perlindungan seoptimal mungkin kepada anak-anak dari tindak kekerasan. “Jika ketiga hal itu terpenuhi dengan baik, kita bisa menyiapkan generasi bangsa kita menjadi lebih baik,” tegas Bupati Taufiqurrahman.

Pada kesempatan yang sama, Bunda PAUD Ita Triwibawati memberi apresiasi acara gebar PAUD karena memberi peluang kepada anak-anak untuk berkreasi mulai sejak dini. Menurut Ita Triwibawati, menumbuhkan jiwa kreatif sangat diperlukan sejak usia dini. Untuk itu, Pemda Nganjuk memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkreasi.

”Untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani maupun rohani agar anak-anak pada usia emas (golden age) mendapatkan rangsangan pendidikan sehingga memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut,” jelasnya Ita Triwibawati.

Ita Triwibawati menyebutkan, angka partisipasi kasar (APK) PAUD meningkat setiap tahun, terhitung sejak tahun 2012.Pemerintah pun terus berusaha meningkatkan APK PAUD mengingat usia PAUD merupakan usia keemasan dalam pertumbuhan anak Indonesia.

“Kita harus mempersiapkan mereka sebaik mungkin, terutama pendidikan untuk anak usia dini. Karena pendidikan anak usia dini ini menentukan masa depan dari anak itu sendiri sekaligus menentukan masa depan bangsa,” pungkas Ita Triwibawati. (Jati/Adv)

Keterangan Gambar : Gebyar Pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Nganjuk