Gedung Baru RSUD Nganjuk Bakal Gusur PKL

C360_2015-02-05-13-16-25-469ADAKITANEWS, Nganjuk – Kendati masih dalam tahap perencanaan, pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk bakal menggusur para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di timur RSUD. Sebab lahan yang selama ini mereka gunakan sebagai tempat berjualan akan dipergunakan sebagai lahan parkir.

Sementara, lahan yang selama ini dijadikan lahan parkir akan dibangun gedung baru untuk menambahan kamar rumah sakit. Pembangunan gedung baru itu rencananya akan menelan anggaran sebesar Rp. 10 milyar yang berasal dari dana APBN yang masih akan diusulkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBN 2015.

“Ini sudah sesuai dengan maket plane pembangunan yang diajukan pihak manajemen RSUD Nganjuk ke Bappeda,” jelas Bambang Eko Suharto, Ketua Bappeda Kabupaten Nganjuk kepada adakitanews.com.

Bambang mengatakan, pengalokasian tersebut sudah disetujui oleh pihak DPRD dalam rapat kerja komisi C. Bahkan pihak komisi melalui wakil ketuanya, Fauzi Irwana, mendesak segera diajukan draft pembangunannya.

Dikonfirmasi terkait dengan pemindahan para PKL, Bambang mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan bebrapa dinas terkait, yakni Dinas Perindagkoptamben Nganjuk, Dinas Sosnakertrans Nganjuk, Satpol PP. Beberapa dinas tersebut sepakat akan menyiapkan lahan, penertiban dan menyiapkan tenda yang bagi pedagang terelokasi.

Para pedagang itu rencananya akan di tempatkan tidak jauh dari lokasi lama tempat mereka berjualan, yakni disebelah barat Gedung Juang Nganjuk. Eksekusi pemindahan pedagang akan dilaksanakan paling lambat Nopember mendatang. Namun para pedagang itu rencananya tidak akan menerima ganti rugi atas bangunan kios permanent yang mereka bangun. Pasalnya, lahan tersebut selain milik Pemkab, mereka juga sudah mendapat peringatan sebelumnya untuk tidak membangun secara permanent. “Jadi tidak ada kuajiban memberi ganti rugi,” lanjut Bambang.

Terpisah, wakil ketua komisi C DPRD Nganjuk Fauzi Irwana meminta pihak eksekutif memberikan lokasi strategis bagi para PKL yang berjumlah 30 orang tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi jangan sampai usaha para PKL itu mati akibat penggusuran yang dilakukan Pemkab Nganjuk.

“Kita meminta agar pihak pemkab Nganjuk memberikan lokasi strategis bagi para pedagang tersebut, agar suahanya tidak mati gara-gara penggusuran,” ujarnya.

Fauzi menjelaskan, pihaknya mendesak untuk segera dilakukan pembangunan gedung baru sebab gedung lama mengalami over load yang akhirnya banyak pasien antri. Banyak pula yang harus menempati selasar karena kondisi pasien yang tidak bisa ditunda, harus mendapatkan perwatan intensif.

,Kapasitas daya tampung rumah sakit,sebanyak 309 kamar yang terbagi dalam kelas VIP, kelas II dan kelas III. “Jumlah ini sudah tidak bisa memenuhi permintaan pasien yang setiap tahunnya meningkat,” imbuhnya.(Kmto/Jati)

Recommended For You