ADAKITANEWS, Kota Kediri – Maskur, 39, warga Desa Wonocatur RT 3/RW 3 Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, ditangkap Polisi usai dilaporkan pihak perusahaannya lantaran telah menggelapkan uang sebesar Rp 87 juta. Di hadapan petugas, tersangka yang merupakan mantan sales tersebut mengaku uang tersebut telah habis digunakan untuk kehidupan sehari hari serta membeli ponsel dan celana baru.

Kapolsekta Pesantren, Kompol Sucipto mengatakan, aksi nakal tersangka diketahui pertama kali pada Senin (13/02) lalu saat dilakukan audit. Maskur hanya menyetor Rp 5 juta, padahal seharusnya uang yang diberikan kepada perusahaan berjumlah Rp 97 juta.

Oleh pihak perusahaan (Pabrik Snack Makanan dan Minuman), yang beralamat di Jalan Kenari Nomor 35 RT 25/RW 6 Lingkungan Bence Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Samsul Arifin selaku manajer kemudian melaporkan tersangka ke Mapolsekta Pesantren.

“Ia 2 tahun menjadi sopir, 3 tahun menjadi sales. Ketika selesai audit ia diturunkan jabatannya menjadi penjaga gudang. Soalnya tidak ada upaya untuk mengembalikan uang tersebut, pihak pabrik lalu melaporkannya ke Polisi,” cakapnya saat rilis, Selasa (28/03) siang.

Atas perbuatannya, Maskur terancam pasal 374 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun. “Barang bukti yang kami bawa, 2 lembar faktur penjualan, 3 lembar retur, dan 1 lembar hasil audit,” pungkas Kompol Sucipto.

Sementara itu saat ditanya terkait uang tersebut, Maskur mengaku sebenarnya ada sekitar 11 toko di area Tulungagung, Trenggalek, dan daerah lain sudah membayar lunas semua tagihan. “Saya gunakan untuk keperluan sehari-hari serta beli baju baru dan celana baru,” ujar Maskur di hadapan petugas.(kdr4)

Keterangan gambar : Kapolsekta Pesantren, Kompol Sucipto bersama tersangka Maskur saat rilis.(foto:fasihhuddin kholili)