width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan dan Energi (Disperindagkoptamben) Kabupaten Nganjuk menggelar operasi pasar mulai 27 Mei 2016 hingga 1 Juli 2016 atau 5 hari sebelum lebaran. Salah satu tujuannya adalah dalam rangka menstabilkan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2016 mendatang.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com, beberapa kebutuhan pokok yang dijual dalam operasi pasar ini meliputi beras IR 64 premium yang didrop sebanyak 250 kg per hari, gula pasir sebanyak 850 kg per hari, minyak goreng sebanyak 650 liter per hari, dan tepung terigu sebanyak 100 kg per hari. Beberapa kebutuhan pokok tersebut dijual dengan harga masing-masing untuk beras Rp 8.700 per kilogram dengan kemasan 5 kg, gula pasir seharga Rp 11.750 per kilogram, minyak goreng seharga Rp 11.300 per liter, dan tepung terigu seharga Rp 7.200 per kilogram.

Pelaksanaan operasi pasar sendiri akan dilakukan saat pasar sedang dalam kondisi ramai, sekitar pukul 06.00 WIB hingga selesai. Sedangkan untuk lokasinya berada di Pasar Berbek dan Pasar Wage Nganjuk. Untuk menghindari aksi borong masyarakat, setiap konsumen hanya dibatasi melakukan pembelian dua kemasan per komoditi dalam sehari.

Raden Heny Rahmawati, Kepala Disperindagkoptamben Nganjuk mengungkapkan, operasi pasar dalam rangka pengendalian harga pasar khususnya bahan pokok ini dilaksanakan sesuai dengan surat dari Kepala Disperindag Jatim. Diharapkan kegiatan operasi pasar tersebut mampu untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri. “Operasi pasar ini dilaksanakan sesuai surat dari Disperindag Jatim, dengan harapan mampu menstabilkan bahan pokok yang biasanya melambung jelang Ramadan dan Idul Fitri,” ungkapnya.(Jati)

 

Keterangan gambar: Antrean warga saat operasi pasar di Pasar Larangan Sidoarjo.(foto: dok adakitanews)