Kediri(adakitanews.com)—Di tengah pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha maupun masyarakat kehilangan pekerjaan. Untuk meningkatkan pendapatan dan taraf ekonomi, masyarakat mengikuti pelatihan kerja baik mereka yang baru lulus sekolah maupun masyarakat yang kehilangan pekerjaan lantaran Covid-19.

Seperti pelatihan tata boga dan tata rias yang diikuti ratusan peserta dari masyarakat Kota Kediri, Senin (26/10/2020). “Untuk masing-masing bidang pelatihan, diikuti 60 peserta jadi ada 120 peserta. Ini yang ada di dua lokasi, kami mengadakan total ada 6 bidang pelatihan,” jelas Kabid Penempatan Tenaga Kerja (PTK) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskon UMTK) Kota Kediri, Basuki.

Menurut Basuki, enam bidang pelatihan selain tata boga dan tata rias meliputi bordir, jahit, barista, dan bidang sepeda. Untuk bidang tata boga, saat pandemi seperti ini geliat usaha makanan perlu diperhitungkan. Pasalnya, produk olahan yang dikemas dalam bentuk makanan beku atau frozen food sangat diminati.

“Kami dorong para peserta pelatihan ini supaya bisa menyerap ilmu dari para tutor. Bagaimana mengolah bahan makanan menjadi produk baru yang siap jual, yang nantinya dikemas dalam bentuk frozen food,” ucapnya.

Basuki mengatakan, para peserta pelatihan ini akan mendapat sertifikat sebagai bekal jika ingin bekerja di perusahaan maupun ingin menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar tempat tinggal. Pelatihan sendiri dilaksanakan selama 20 hari ke depan.

Bahkan, apabila sudah berkompeten, lanjutnya, para peserta pelatihan yang mengantongi sertifikat ini dapat mengajukan bantuan berupa alat untuk operasional. “Begitu pula untuk tata rias. Mereka juga mendapat sertifikat, untuk tata rias sendiri meliputi tata rias pengantin, make up, perawatan wajah, potong dan perawatan rambut, hingga spa,” ujarnya.

Basuki berharap, pelatihan ini dapat memberikan angin segar bagi masyarakat, khususnya mereka yang akan menghadapi dunia usaha atau para pencari kerja. “Harapan kami, pelatihan ini memberikan modal awal sebagai kemampuan dasar dan meningkatkan softskill mereka untuk menghadapi dunia kerja,” pungkasnya.(Oky)