width=

ADAKITANEWS, Jombang – Dua gembong pencurian kendaraan bermotor antar kabupaten di Jawa Timur dibekuk petugas Kepolisian Resort Jombang. Sebanyak sembilan pelaku dan tiga penadah saat ini telah ditahan. Dalam penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan 55 unit sepeda motor berbagai jenis yang merupakan hasil kejahatan dan sejumlah senjata tajam.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto mengatakan salah satu dari pelaku terpaksa ditembak kedua kakinya oleh petugas karena berusaha melawan saat hendak ditangkap. Kata AKBP Agung, mereka telah lama menjadi Target Operasi (TO) petugas dan menjadi buron selama empat bulan.

“Kendaraan-kendaraan tersebut didistribusikan ke berbagai tempat di wilayah Kabupaten dan di luar Jombang. Pelaku ini juga tidak hanya melakukan aksi kejahatannya di Jombang. Dari beberapa laporan yang kita identifikasi, aksi pencurian terjadi di luar Kabupaten Jombang,” katanya.

Ditambahkan AKBP Agung, selain menangkap para pelaku, jajaran Polres Jombang juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya, kunci leter T dan senjata tajam. “Ada juga senjata tajam yang digunakan pelaku untuk mengancam korban apabila dalam melaksanakan kejahatannya itu ada kendala,” jelas Agung Marlianto, Rabu (12/10).

Kepada awak media, AKBP Agung Marlianto menjelaskan target operasi kejahatan dari sindikat curanmor ini sangat berbeda. Sindikat pertama melakukan aksinya di tempat keramaian, seperti konser musik dan pasar. Sementara sindikat kedua melakukan aksinya di tempat sepi, seperti mini market dan tempat ibadah atau perkampungan.

Dari keterangan para pelaku, setiap unit motor hasil kejahatan dijual dengan harga bervariasi antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Saat ini, polisi terus mengembangkan kasus ini dan mengejar sejumlah nama yang terlibat jaringan curanmor lintas Jawa Timur tersebut.(Tari/Jati)

Keterangan gambar: Puluhan sepeda motor hasil kejahatan yang disita Polisi dari para gembong curanmor di Mapolres Jombang.