width=

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I berhasil menggerebek sebuah percetakan, yang ternyata juga merupakan pabrik pembuat pita cukai palsu di Jalan Embong Malang Kebangsren gang 1 Surabaya, Kamis (20/10) lalu. Di lokasi tersebut, pemilik pabrik berinisial S berhasil diamankan.

Dalam rilis yang dihadiri oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani tersebut dijelaskan bahwa dari penggerebekan, Bea Cukai berhasil menyita beberapa barang bukti diantaranya 3 unit mesin hand press, 12 rim pita cukai tahun 2016 dan 3 bendel pita cukai tahun 2015 yang diduga palsu, 62 lembar plat printing, serta 3 roll foil hologram.

“Potensi kerugian negara yang timbul dari kasus ini mencapai Rp 4.509.355.719,” ujarnya Sri Mulyani di kantor Dirjen Bea Cukai Surabaya, Jumat (28/10) sore.

Dijelaskan Sri Mulyani, sejak Januari hingga menjelang akhir Oktober 2016, Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim I dan II telah berhasil mengamankan lebih dari 80 juta batang rokok tanpa pita cukai dengan potensi kerugian negara sebesar total Rp 50.297.844.065.

Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2016 ini, Bea Cukai telah berhasil mengungkap 1.246 kasus terkait penindakan hasil tembakau. Yakni dengan jumlah barang bukti mencapai 147.427.016 batang, dengan nilai cukai sebesar Rp 52.189.164.372 dan nilai barang sebesar Rp 162.179.512.931.

“Sepanjang tahun 2016 ini, sudah setengahnya jika dibanding dengan penindakan mulai tahun 2013 hingga 2015,” ungkap Sri Mulyani yang mengapresiasi kinerja jajarannya.

Dari hasil capaian tersebut, Sri Mulyani kembali memerintahkan kepada seluruh jajarannya di Dirjen Bea Cukai untuk terus memerangi dan menindak tegas peredaran rokok ilegal dan pemalsuan pita cukai.(kur)

Keterangan gambar: Sri Mulyani saat melihat barang bukti hasil Operasi Halilintar Kanwil Bea Cukai Jatim I dan II.(foto: kurniawan)