ADAKITANEWS, Sidoarjo – Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo mulai memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha. Tak hanya itu, beberapa pejabat PT Lapindo Brantas Inc juga ikut diperiksa untuk mencari titik terang kasus dugaan korupsi Pengelolaan Keuangan PD Aneka Usaha mulai tahun 2010 hingga 2016 kemarin.

Jika pada pemeriksaan sebelumnya sudah ada 3 bendahara diperiksa tim penyidik Kejari Sidoarjo, kali ini sejumlah pejabat PT Lapindo Brantas Inc juga diperiksa di ruang jaksa, Rochidah Alimartin, Rabu (26/04).

Namun kali ini, bukan pejabat PT Lapindo Brantas Inc yang ada di kantor Kahuripan Nirvana Village (KNV) seperti dalam pemeriksaan sebelumnya, akan tetapi para pejabat PT Lapindo Brantas Inc dari kantor pusat di Jakarta.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Andri Tri Wibowo. Menurutnya, pejabat PT Lapindo Brantas Inc Sidoarjo hanya mendampingi para pejabat PT Lapindo Brantas Inc dari Jakarta.

“Pemeriksaan pejabat PT Lapindo Brantas Inc asal Jakarta itu penting lantaran legalitas kontrak dengan PD Aneka Usaha itu ada di pejabat PT Lapindo Brantas Inc Jakarta. Sedangkan pejabat PT Lapindo Brantas Inc Sidoarjo hanya sebagai pelaksana dan operasionalisasi saja. Kami periksa pejabat Lapindo pusat karena legalitas kontrak kerjasama dan lainnya justru di kantor Lapindo Jakarta bukan di kantor Lapindo Sidoarjo,” paparnya.

Andri mengatakan, dari pemeriksaan 3 Bendahara PDAU, tidak banyak menghasilkan keterangan yang dibutuhkan tim penyidik. Alasannya, rata-rata Bendahara Unit Gas, Unit Properti dan Unit Percetakan itu tidak mengerti dan mengetahui soal pengelolaan keuangan di unit usaha bidangnya masing-masing itu.

“Ketiganya lebih banyak tidak tahu tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya. Ini kan janggal bagi penyidik,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai rencana pemeriksaan Direktur PD Aneka Usaha, Andri mengaku bakal diperiksa dan dipanggil setelah seluruh saksi yang dibutuhkan tim penyidik selesai dimintai keterangan. “Untuk Pak Direktur, pemeriksaannya paling akhir sendiri. Ditunggu saja,” pungkasnya.(sid2)

Keterangan gambar : Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Andri Tri Wibowo.(foto : mus purmadani)