ADAKITANEWS, Sidoarjo – Lantaran prihatin dengan banyaknya penjualan minuman keras (miras) secara bebas di Sidoarjo sekaligus menjamurnya tempat hiburan karaoke, Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo mendatangi kantor Satpol PP, Rabu (11/05) siang. Mereka meminta aparat penegak perda tersebut bersikap tegas. Bahkan, GP Ansor juga menawarkan bantuan tenaga personelnya untuk ikut membantu penertiban.

Ketua GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Slamet Budiono mengatakan di Sidoarjo masih banyak warung remang-remang yang menyediakan jasa karaoke sekaligus menjual miras. Pihaknya mendesak Satpol PP untuk segera bertindak lantaran selama ini dinilai, tidak adanya sikap tegas menjadikan lokasi-lokasi hiburan tersebut semakin bebas beroperasi.

“Kami minta ada tindakan dari Satpol PP kepada tempat-tempat hiburan, khususnya yang tidak berizin. Jangan sampai setelah ada penertiban, lalu tidak ada tindak lanjut, seminggu berikutnya marak lagi,” ujarnya.

Sikap para perwakilan GP Ansor Sidoarjo tersebut ditanggapi langsung oleh Kepala Satpol PP Pemkab Sidoarjo, Mulyawan. Pihaknya berjanji akan segera melakukan tindakan dengan menggelar razia di lokasi-lokasi yang sudah dilaporkan oleh GP Ansor.

Mulyawan mengatakan, pihaknya memang tidak bisa melakukan monitor di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo. Selain karena keterbatasan personel, data perizinan lokasi hiburan juga tidak dimiliki lengkap oleh Satpol PP. “Datanya sebenarnya ada di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan beberapa instansi terkait. Selain itu juga masalah keterbatasan personel,” imbuhnya.

GP Ansor sendiri mengaku siap untuk memberikan bantuan tenaga personel Banser apabila pihak Satpol PP membutuhkan. Dengan harapan, Sidoarjo bersih dari peredaran miras dan tempat hiburan tak berizin. “Kami menawarkan bantuan apabila Satpol PP kekurangan personel,” pungkasnya.(kur)

Keterangan gambar: Pertemuan antara GP Ansor dengan Satpol PP Pemkab Sidoarjo.(foto: kurniawan)