ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sidang gugatan 22 Sekdes terhadap Bupati Sidoarjo kembali digelar di PTUN Surabaya, Juanda, Sidoarjo, Rabu (31/05), dengan agenda penyampaian dokumen kesimpulan.

Kuasa Hukum Penggugat, Mery Christian Putri mengatakan, secara normatif dari perspekstif hukum, pihaknya optimis gugatan akan dikabulkan. Karena menurutnya, dari fakta-fakta persidangan maupun alat bukti mengerucut pada satu kesimpulan bahwa objek sengketa, dalam hal ini keputusan Bupati cacat hukum.
“Karena tidak menjadikan UU No 6 tahun 2014 sebagai acuan. Dan azas kemanfaatan di dalam pemerintah yang baik tidak dijadikan pedoman. Saya berharap hakim mempertahankan impersialismenya, artinya memutuskan sesuai fakta persidangan,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu Sekdes yang menggugat, Slamet Wibisono. Pria berkacamata ini juga optimis menang. “90 persen kemenangan ada di tangan kami. Ini terlihat dari sidang sebelumnya, kuasa hukum tergugat tidak bisa mengcounter balik atas argumentasi saksi ahli. Kami berharap ini berlaku untuk sekdes seluruh kabupaten bukan hanya 22 sekdes,” katanya.

Slamet tidak menampik kalau awal-awal mengajukan gugatan pihaknya kerap mendapatkan intervensi. “Dua bulan pertama camat – camat mengatakan pada kami agar gugatan tersebut dibatalkan. Tapi kami tidak mau karena dari awal kami sudah sowan ke Bupati namun tidak ada respon,” imbuhnya.

Sementara itu Kasubag Bantuan Hukum Pemkab Sidoarjo, Aris Hanani Saputro mengatakan pihaknya hanya menunggu putusan saja. “Kalau kita menang, kita tunggu saja penggugat banding atau tidak. Kalau kita kalah kita konsultasi dulu dengan pimpinan,” katanya.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Nur Akhti ini dilanjutkan Senin (19/06) mendatang dengan agenda putusan.(sid2)

Keterangan gambar : Kuasa Hukum Penggugat, Mery Christian Putri.(foto : mus purmadani)