ADAKITANEWS, Kota Madiun – Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dalam kunjungannya ke Kota Madiun menyampaikan, untuk memperkuat dan menghidupan Madrasah Diniyah, Pemprov Jatim berencana memberikan kucuran dana ratusan miliar. Selain agar kedepannya tidak lagi didiskriminasikan, hak dan kewajiban Madrasah Diniyah juga akan sama dengan sekolah formal.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim dalam acara pelantikan Pengurus DPC –FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Tamiliyah) masa khidmah 2017 – 2022, di gedung LKP2TKA-TPA Kota Madiun, Jalan Bhayangkara nomor 3 Kecamatan Taman Kota Madiun, Kamis (09/03).

Dalam sambutannya Gus Ipul banyak memberikan pencerahan terkait lembaga Diniyah Tamiliyah serta,sejarah munculnya lembaga tersebut. Dikatakan bahwa Diniyah Tamiliyah sudah ada sebelum kemerdekaan. Dan sejak zaman penjajahan hingga beberapa waktu, lembaga itu selalu mendapat perlakuan yang tidak simpatik. Padahal, kata Gus Ipul, Madrasah Diniyah adalah lembaga yang juga ikut membantu membangun karakter masyarakat yang bermartabat. lewat pendidikan nonformal yaitu pendidikan khusus agama.

“Oleh sebab itu Gubernur dan Wakil Gubernur berhasrat untuk memperkuat dan menghidupan Madrasah Diniyah lewat kucuran dana ratusan miliar,” terang Gus Ipul.

Ditegaskan, meski dengan dana tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan secara keseluruhan, diharapkan kedepannya Madrasah Diniyah tidak lagi didiskriminasikan, serta mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan sekolah formal.

“Semua memang harus dirintis sejak awal. Yang paling dekat untuk ujian Madrasah Diniyah akan dilakukan dengan menggunakan komputer,” tegasnya.

Gus Ipul yang juga sekaligus Ketua Tim Satgas Saber Pungli Provinsi JawaTimur menyampaikan jika pengelolaan sekolah wajib memenuhi satuan yang sudah ada. Jika dirasa meragukan, Gus Ipul menyarankan agar hal tersebut tidak dilanjutkan lantaran bisa mengakibatkan pengelola sekolah mengalami permasalahan hukum.

Selain Wagub dan Wawali, acara tersebut turut dihadiri oleh Pengurus DPW-FKDT Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kemenag Provinsi Jatim dan Kota Madiun. Sebagai laporan panitia kepada Gus Ipul, disampaikan bahwa dari 331 jumlah ustaz dan ustazah di Kota Madiun, yang mendapatkan bantuan dari BOSDA Provinsi baru 4. Sama halnya dengan santri, dari 2.106 santri, baru 1.435 yang mendapat BOSDA. Sedangkan untuk lembaganya, dari 39 baru 18 yang sudah dibantu. Panitia pun berharap kedepannya akan ada peningkatan, khususnya bagi Madrasah Diniyah.(bud)

Keterangan gambar: Gus Ipul saat memberikan sambutan.(foto: budiyanto)