ADAKITANEWS, Sidoarjo – Pasca dibukanya posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sidoarjo sejak awal puasa lalu, hingga Senin (20/06) atau H-15 lebaran, belum ada satupun pengaduan yang masuk.

Kepala Dinsosnakertras Kabupaten Sidoarjo, H M Husni Thamrin melalui Kabid Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja, Djoko Sajono mengatakan biasanya pengaduan baru akan ada beberapa hari menjelang lebaran. Pasalnya berdasarkan aturan, perusahaan diperbolehkan membayarkan THR kepada karyawannya maksimal 7 hari sebelum hari raya. “Sampai sekarang belum ada pengaduan. Aturannya pemberian THR memang boleh sampai H-7 lebaran,” ujarnya saat dikonfirmasi Tim Adakitanews.com, Senin (20/06).

Djoko menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun lalu memang sempat ada pengaduan dari tenaga kerja lantaran tidak diberikan THR oleh perusahaannya. Namun jumlah pengaduannyapun sedikit. “Kalau tahun lalu memang ada. Tapi sedikit. Kalau tidak salah, kurang dari 8 pengaduan,” imbuhnya.

Dijelaskan, beberapa alasan perusahaan tidak melakukan pembayaran THR kepada karyawannya salah satunya adalah karena kondisi keuangan perusahaan. Djoko mengatakan, untuk tahun 2015 lalu, ada pengaduan dari karyawan yang tidak menerima THR. Alasan dari pihak perusahaan sendiri adalah persoalan keuangan. “Alasannya biasanya karena perusahaan dalam keadaan colaps,” pungkasnya.

Namun terlepas dari itu, belum adanya pengaduan hingga H-15 ini, serta data dari tahun lalu yang hanya sedikit menerima pengaduan, Djoko meyakini bahwa hingga kini perusahaan-perusahaan di Sidoarjo benar-benar menjunjung tinggi norma-norma ketenagakerjaan.(kur)

Keterangan gambar: Djoko Sajono menunjukkan daftar petugas piket posko THR di ruang Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Dinsosnakertrans Kabupaten Sidoarjo.(foto: kurniawan)