ADAKITANEWS, Tulungagung – Pencapaian kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk wilayah kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung, baru mencapai angka sekitar 51 persen.

“Sampai akhir November lalu, baru pencapaian kita setengahnya saja, tapi sesuai dengan road map pada akhir 2019 nanti, seluruh masyarakat sudah tercover JKN-KIS. Karena itu kita perlu dukungan semua pihak,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Indriana Darmayanti, Selasa (19/12).

Dari data BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung yang memiliki wilayah di 3 kabupaten, yaitu Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan, daerah yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, Tulungagung menduduki peringkat tertinggi.

Untuk kabupaten Tulungagung, dari jumlah penduduk sebanyak 1.085.227 jiwa, yang belum JKN-KIS sebanyak 594.110. Sedangkan untuk Trenggalek yang belum JKN-KIS ada 380.691 dari jumlah penduduk 773.926, dan Pacitan yang berpenduduk sebanyak 577.725, masih ada 289.352 penduduk yang belum JKN-KIS.

Lanjut Indriana, untuk meningkatkan pelayanan dan mengoptimalkan cakupan kepesertaan, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan diantaranya melalui aplikasi mobile JKN, care center serta dropbox yang ditempatkan mulai kantor desa hingga kecamatan, serta tempat-tempat strategis lainnya.

Sementara saat ditanya soal penambahan fasilias kesehatan, Indriana menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya telah bermitra dengan 152 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). “Untuk peningkatan layanan, kita telah menjalin kerjasama dengan 152 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Baik itu Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, Dokter Praktik Gigi maupun Klinik Pratama dan lainnya. Sedangkan untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan ada 13 rumah sakit, 16 optik, 13 apotek dan 6 apotek rujuk balik,” pungkasnya.(bac)

Keterangan gambar : Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Indriana Darmayanti saat memaparkan capaian kepesertaan JKN-KIS.(foto : acta cahyono)