ADAKITANEWS, Tulungagung – Harga beras di sejumlah pedagang grosir Kabupaten Tulungagung terus mengalami kenaikan. Bahkan dalam satu hari saja, harga beras bisa berubah hingga dua kali. Pedagang juga mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan beras. Hal ini dikarenakan sejumlah daerah pemasok beras mengalami gagal panen.

Pantauan Tim Adakitanews.com di pedagang grosir yang terletak di jalan Adi Sucipto Tulungagung, harga beras jenis medium saat ini sudah mencapai Rp 11.000 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga beras jenis ini masih berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram. Sedangkan beras premium, naik dari Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 13.500 per kilogram.

Kenaikan harga beras ini terjadi untuk setiap jenis dan merek beras. Para pedagang menduga, mahalnya harga gabah di tingkat petani menjadi penyebab naiknya harga tersebut. Selain itu pedagang juga tidak mempunyai banyak pilihan kualitas dari petani. Bahkan, beras yang ada saat ini rata-rata tidak utuh dan memiliki kualitas kurang bagus.

“Pedagang tidak punya banyak pilihan. Karena stok yang ada terbatas, lagi pula kualitasnya banyak yang pecah-pecah, tidak sebagus panenan yang sebelumnya,” kata Sumini, salah seorang pedagang di jalan Adi Sucipto Tulungagung, Selasa (09/01).

Pedagang juga mengeluhkan kesulitan mendapatkan stok beras. Sejumlah daerah yang menjadi pemasok kebutuhan beras, banyak mengalami gagal panen. Alhasil. kini pedagang hanya bisa mengandalkan pasokan beras yang didapat dari sejumlah usaha penggilingan padi yang masih beroperasi.

Diketahui kenaikan harga beras ini terjadi merata di sejumlah daerah sejak bulan Desember 2017 lalu. Masyarakat berharap pemerintah bisa menggelar operasi pasar, agar harga beras bisa kembali normal dan stabil.(bac)

Keterangan gambar : Pedagang beras di jalan Adi Sucipto Tulungagung.(foto : acta cahyono)