2015-08-16_18.59.43

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Selain harga cabai dan beberapa harga pokok lainnya yang terus naik. Kini, warga Kota maupun Kabupaten Kediri banyak yang mengeluhkan harga beras yang terus merangkak naik.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, Minggu (16/8) beberapa jenis beras terus mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga ini sudah terasa sejak hari raya lebaran.Dengan kenaikan harga beras ini membuat beberapa warga harus berhitung dengan cermat, agar tidak membuang nasi secara cuma-cuma.

“Harus pinter-pinter menghitung mas, biar tidak terbuang cuma-cuma. Harga beras sekarang mahal. Kemarin saja saya beli beras jenis Bramu 5 Kg itu harganya 50 ribu,” ujar ibu Khamid salah satu ibu rumah tangga warga Kelurahan Ngronggo Kota Kediri

Sementara itu, Ibu Siti ibu rumah tangga warga Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri juga mengeluhkan harga beras yang terus naik. Bahkan, dia terpaksa harus membeli gabah dari petani untuk mengantisipasi kenaikan harga beras. “Sekarang sudah tidak pernah bei beras langsung, lebih baik beli gabah saja nanti diselepin gitu aja kan enak. Kita dapat dedegnya bisa buat makan ternak,” ujarnya

Mbak Dewi salah satu pedagang bahan pokok warga Ngronggo Kota Kediri mengatakan harga beras mengalami kenaikan sekitar 300 rupiah. Dia menambahkan, kenaikan ini sudah terjadi sektar lima hari yang lalu. Untuk harga beras jenis Bramu berharga 9.600 perkilonya, sedangkan jenis 64 super 8.800.

“Sekitar dua hari kemarin mas kenaikannya, ya setiap jenis seperti Bramu, 64 Supur, dan 64 biasa mengalami kenaikan sekitar 300 rupiah,” ujar mbak Dewi.

Degan kenaikan harga beras ini, pihak Bulog Kediri belum bisa berkomentar dan akan melihat kondisi di lapangan.(zay)

Keterangan Gambar : Dokumen adakitanews.com