ADAKITANEWSIMG_20150224_173049, Tulungagung – Sulitnya mendapatkan pasokan, harga beras di Tulungagung menembus Rp 11 ribu per Kilogram. Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak seminggu lalu dan berangsur mengalami kenaikan setiap harinya.

“Rata rata setiap hari naik hingga 500 rupiah,” ujar Mini, salah satu pedagang beras di kawasan Ceplok Piring Tulungagung.

Harga beras jenis Ir 46 yang dulunya Rp 9.400 kini naik menjadi Rp 9.600 per kg. Sedangkan untuk beras jenis Bramo naik dari Rp 9.700 menjadi Rp 10 ribu. Untuk beras jenis Mentik naik dari Rp.10.500 menjadi Rp.11 ribu. “Semua jenis beras naik hargannya,” imbuhnya.

Mini juga mengeluh sulitnya mendapat pasokan beras. Jika pasokan datang jumlahnya pun tidak sebanyak dulu. Sebelumnya Mini mendapat pasokan hingga 3 ton setiap pengiriman. Namun saat ini hanya mendapatkan 1 ton dengan jadwal pengiriman yang tidak pasti. “Beberapa selepan yang biasanya kirim beras kesini sekarang juga sudah tidak kirim lagi,” tuturnya.

Sulitnya mendapatkan pasokan beras ini diduga karena adanya berbagai bencana seperti gagal panen dan banjir di beberapa daerah penghasil beras. Intensitas hujan yang sangat tinggi juga dituding menjadi penyebab kelangkaan beras. “Gabah sulit didapat jadinya beras juga sulit,” jlentreh Mini.

Menanggapi hal ini, Kepala Bulog Sub Drive Tulungagung, Supriyanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat ditengah menjalankan ibadah Umroh mengatakan sesuai kewenangan Bulog akan melakukan langkah-langkah untuk mencegah kelangkaan beras. Diantaranya dengan mengoptimalkan penyaluran raskin dan melakukan operasi pasar.

“Baik menggunakan beras premium via bulogmart atau beras cadangan pemerintah sesuai permintaan,” terangnya. (Bram).

Keterangan gambar : Harga beras yang mengalami kenaikan setiap hari di Tulungagung karema keterbatasan pasokan