ADAKITANEWS, Sidoarjo – Sebulan menjelang Ramadan, harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Sidoarjo sudah menunjukkan kenaikan. Kenaikan sudah terjadi mulai 3 hari lalu, berkisar antara Rp 4.000 hingga Rp 7.000 per kilogram.

Salah satunya di Pasar Porong Sidoarjo. Bahan kebutuhan pokok utamanya kebutuhan dapur mulai mengalami kenaikan. Diantaranya bawang merah yang sebelumnya seharga Rp 32 ribu per kilogram naik menjadi Rp 39 ribu per kilogram. Bawang putih biasa yang awalnya seharga Rp 33 ribu per kilogram naik menjadi Rp 37 ribu. Sementara untuk bawang putih cutting juga naik dari harga Rp 29 ribu per kilogram menjadi Rp 37 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada beberapa komoditi sayur-sayuran. Diantaranya kentang dari harga Rp 8 ribu per kilogram naik menjadi Rp 11 ribu per kilogram. Cabai merah yang semula seharga Rp 18 ribu per kilogram naik menjadi Rp 23 ribu per kilogram. Terakhir adalah gula merah yang juga ikut naik dari harga Rp 12 ribu per kilogram menjadi Rp 17 ribu per kilogram.

“Kenaikannya sudah tiga hari lalu. Kami juga tidak tahu penyebab kenaikannya. Tapi ini sudah biasa kalau menjelang bulan puasa,” kata Sariwati, pedagang di Pasar Porong, Jumat (13/05).

Senada dengan Sariwati, pedagang prancangan di Pasar Porong, Tutik juga mengatakan bahwa kenaikan barang memang biasa terjadi menjelang puasa dan lebaran. “Biasa kalau naik menjelang puasa. Mungkin ada permainan harga di tengkulak,” ujar Tutik.

Permainan tengkulak diakui sebenarnya merugikan para pedagang pasar. Pasalnya, pembeli yang biasanya membeli barang dengan jumlah banyak, akhinya juga mengurangi pembeliannya.

Sementara, Suhariyani, ibu rumah tangga yang saat itu sedang berbelanja mengatakan meski kenaikan dinilai biasa terjadi, ia mengaku tetap harus membeli barang-barang tersebut lantaran kebutuhan. “Saya tetap beli karana butuh. Kenaikannya juga masih tidak terlalu tinggi,” pungkasnya.(kur)

Keterangan gambar: Pedagang Pasar Porong Sidoarjo.(ist)