Kediri(adakitanews.com)—Harga telur ayam menjelang akhir bulan Januari 2021, menurun. Menurunnya harga telur ayam membuat peternak telur ayam rugi. Karena, harga pakan untuk ayam petelur harganya tinggi.

Irfan Rifa’i (37) peternak telur ayam asal Desa Krandang Kecamatan Kras Kabupaten Kediri mengatakan menurunnya harga telur ayam belum diketahui penyebabnya.

Namun, kurang lebih hampir satu Minggu ini harga telur ayam harganya tidak stabil. “Kemarin harganya Rp 16.500,00 kemudian hari ini Rp 16.700,00. Harganya tidak stabil,”tutur Irfan, Rabu (27/1/2021).

Irfan mengungkapkan, dengan tidak stabilnya harga telur ayam yang semakin menurun membuatnya resah. Karena harga bahan pakan untuk ayam petelur harganya tinggi.

Untuk harga pakan sentrat tidak seperti biasanya. Harga sebelumnya per glangsing ukuran 50 kilogram pakan sentrat harganya Rp 380 ribu hingga Rp 385 ribu. Namun saat ini harganya Rp 414 ribu.

“Kalau harga telur begini ya yang jelas tidak ada untung, apalagi harga pakan untuk sentrat harganya tinggi,”jelas Irfan.

Diungkapkan Irfan, ditengah wabah pandemi Covid-19 ini ia berharap harga telur ayam stabil. Sehingga semua bisa merasakan keuntungan bersama.

“Saya berharap harga telur kembali ke harga stabil yang dapat menguntungkan semuanya,” ungkap Irfan.(gar).