ADAKITANEWSAkbid-F, Madiun – Memasuki hari ketiga atau Rabu (11/2), aksi demo ratusan mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Muhammadiyah Kota Madiun, meminta kepemimpinan Direktur Rumpiati dan Pembantu Direktur (Pudir) I Baruatun dinonaktifkan dari jabatannya atau mengundurkan diri dari jabatannya. Ternyata, membuahkan hasil sesuai harapan ratusan mahasiswa Akbid Muhammadiyah Madiun.

Namun, mereka tidak keluar dari kampus STISIP Muhammadiyah dijadikan base camp sejak hari kedua. Justru, pihak STISIP Muhammadiyah tidak sekadar menampung, juga memberikan perkuliahan mata pelajaran umum. Lalu, mereka menunggu hasil mediasi diprakasai rektor STISIP Muhammadiyah Mujahidin di aula STISIP.

Media dilakukan dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun dan Badan Pengurus Harian (BPH) Akbid Madiun. “Kami lakukan itu, agar mereka (mahasiswa Akbid) tidak kosong dan masih mendapat ilmu. Soal hasil mediasi, maaf saya tidak berkompeten memberikan pernyataan, silahkan kepada pengurus PDM atau BPH Akbid,” ujar Mujahidin.

Menanggapi hasil mediasi digagas Rektor STISIP Muhammadiyah itu, anggota BPH Akbid Madiun Suyono menyatakan ada rekomendai diberikan kepada Rumpiati dan Baruatun yaitu agar mengundurkan diri. “Rekomendasi diberikan agar memberi kemaslahatan lebih besar bagi Akbid dan mahasiswa, khususnya dunia pendidikan Muhammadiyah,” jelasnya.

Selanjutnya, Rumpiati dan Baruatun dipanggil untuk menghadap ke kantor PDM Kota Madiun, guna diminta untuk mundur, sesuai hasil rekomendasi pengurus PDM dan BPH Akbid Madiun. “Rencana pukul 17.00 mau datang, kami masih menunggu kedatangan kedua orang itu. Soal apakah kedua bersedia mundur atau tidak tunggu saja ?,” ujar Suyono.

Ia juga menyatakan hasil rekomendasi itu, juga dikirim kepada PP Muhammadiyah dan Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah. “Kami merasa prihatin atas aksi demo dilakukan para mahasiswa itu, suatu persoalan bisa diselesaikan asal ada dialog baik, bukan dengan cara langsung menolak usulan dari mahasiswa dianggap melawan pimpinan,” tandasnya.

Namun, guna mempercepat agar hasil rekomendasi itu diketahui Rumpiati dan Baruatun, seluruh peserta mediasi di Kantor PDM Kota Madiun, langsung mendatangi kampus Akbid Madiun berada di ring road. Diperoleh informasi, kedua pimpinan Akbid Muhammadiyah dianggap biang kerok permasalahan itu, ternyata berada di kampusnya.

Bagaimana hasilnya ? Dilaporkan hingga berita ini diturunkan pukul 18.30 wib, masih berlangsung pertemuan Rumpiati dan Baruatun dengan jajaran pengurus PDM Kota Madiun serta  BPH Akbid Madiun. Pantauan dari balik kaca sepertinya Rumpiati dan Baruatun masih memberikan argumentasi menyangkut berbagai tudingan diarahkan kepada mereka. (UK).

Keterangan Gambar : aksi demo hari pertama ratusan mahasiswa Akbid Muhammadiyah Madiun menuntut mundurnya Direktur Rumpiati dan Pembantu Direktur (Pudir) I Baruatun, akhirnya tuntutan mahasiswa mendapat tanggapan dari Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun dan Badan Pengurus Harian (BPH) Akbid Madiun.