ADAKITANEWS, Blitar – Pasca dikirimkannya sampel beras berpemutih atau beras polesan yang menggunakan pemutih pakaian dari gudang milik Sujoko, di Desa Tepas Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar ke laboratorium BPOM, akhirnya hari ini Selasa (06/06), hasilnya telah keluar.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya mengatakan, beras polesan yang selama ini diproduksi oleh Sujoko positif mengandung bahan pemutih berbahaya yaitu klorin, dimana kandungan itu sangat berbahaya bagi tubuh manusia. “Kita sudah terima hasil lab dari BPOM. Dan ternyata, beras tersebut terbukti mengandung zat berbahaya yaitu klorin,” kata AKBP Slamet, Selasa (06/06).

Menurutnya, hasil lab ini juga akan menjadi barang bukti untuk melengkapi berkas perkara. Dan pihaknya berjanji bakal segera melakukan gelar perkara terkait kasus ini. “Saat ini Sujoko masih dalam tahap penyidikan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” terangnya.

AKBP Slamet menambahkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli beras. Karena beras hasil poles ini sudah beredar di pasaran. “Kita tahu ini sangat membahayakan bagi tubuh. Jadi masyarakat kita imbau untuk hati-hati dalam membeli beras di pasaran,” imbuhnya.(blt2)

Keterangan gambar: AKBP Slamet Waloya, Kapolres Blitar.(foto : fathan)