ADAKITANEWS, Blitar – Kasus keracunan siswa di SD Negeri Krisik 3 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar pada Senin (25/09) lalu, usai mengonsumsi jajanan jenis tempura dan cilot terus ditindak lanjuti. Saat itu sebanyak 19 siswa mengalami mual dan muntah, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Slumbung.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Kuspardani mengatakan, makanan yang dikonsumsi siswa dan diduga menjadi penyebab mereka mengalami mual dan muntah sudah diambil semua. Dari sampel makanan itu, sudah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya.

“Kita tidak bisa menuduh sembarangan penyebab para siswa mengalami mual dan muntah sebelum ada pemeriksaan. Jadi ini harus diperiksa dulu. Kalau memang mengandung kuman ataupun zat-zat yang seharusnya tidak boleh dalam komponen makanan, itu baru bisa dipastikan penyebabnya,” tegas Kuspardani, Rabu (27/09).

Kuspardani menjelaskan, hasil dari pemeriksaan makanan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya baru akan keluar sekitar 2 minggu lagi. Menurutnya, jika memang nanti hasilnya tidak baik, pihaknya akan menyerahkannya ke kepolisian untuk menindak lanjutinya. “Hasilnya kita masih tunggu 2 mingguan lagi,” ungkapnya.

Diketahui, untuk siswa yang mengalami keracunan dan mengeluh pusing, mual, serta muntah, sudah bisa pulang saat itu juga setelah diberi pengobatan di Puskesmas Slumbung.

“Selain memberikan obat, kita juga berikan penjelasan-penjelasan kepada orang tua siswa,” terangnya.

Kuspardani menambahkan, sesuai petunjuk dari Bupati Blitar, Dinkes sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Nantinya Kepala Dinas Pendidikan akan mengumpulkan Kepala Sekolah untuk diberi masukan terkait bagaimana agar anak-anak memilih jajan yang baik dan sehat. Sedangkan kepada para pedagang yang berjualan, juga akan diberikan pembinaan.

“Kedepan mungkin kita akan mencanangkan pembuatan sejenis paguyuban, dimana paguyuban itu benar-benar mengetahui bahan yang dipilih untuk pembuatan jajan, bagaimana cara memasak, serta bagaimana cara menyajikan dengan baik dan benar,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Kuspardani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)