IMG_20141103_125603
@dakitanews Kediri
– Walapun hasil uji Laboratorium dinyatakan negatif, Gunardi ,45, Pasien suspect virus ebola asal Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri belum diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit masih akan merawat pasien di ruang isolasi selama 21 hari, karena jangka waktu tersebut merupakan masa inkubasi virus. Sedangkan berdasarkan diagnosa sementara, pasien diduga hanya menderita infeksi saluran pernafasan.

Gunardi masih akan menjalani perawatan intensif selama 21 hari di ruang Isolasi Melati A-3 RSUD Kabupaten Kediri, meskipun hasil uji darahnya negatif virus ebola. Selama dalam ruang isolasi tersebut, Gunardi akan dirawat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, yakni tidak boleh dibezuk secara bebas. Selain itu, Tim dokter yang menangani dan memantau perkembangan kesehatan Gunardi juga dilengkapi dengan Body Protect.

Dokter Sulistyono Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kabupaten Kediri mengatakan, pihaknya telah menerima bocoran informasi hasil Uji Laboratorium Gunardi yang menyatakan pasiennya tersebut negatif virus ebola.

“Sebenarnya sudah dapat bocoran hasil Labnya, Tapi secara tertulis masih belum dapat sampai hari ini. Sementara itu, pasien tetap kami rawat di ruang isolasi dalam 21 hari kedepan. Pasalnya jangka waktu itu, adalah masa inkubasi virusnya,” jelas Dokter Sulistyono.

Dokter Sulistyono juga menambahkan kondisi Gunardi semakin membaik. Berdasarkan diagnosa sementara, pasien diduga hanya menderita infeksi saluran pernafasan.

“Setelah dirawat lima hari, kondisi pasien semakin membaik, Suhu tubuh dan tensi darahnya juga sudah normal. Nyeri pada tenggorokannya pun juga berangsur-angsur membaik. Dari diagnosa sementara, pasien diduga hanya menderita infeksi saluran pernafasan,” imbuh Sulistyono.

Untuk diketahui, Gunardi masuk ke RSUD Kabupaten Kediri sejak Jumat (31/10) lalu. Saat itu, kondisi pasien suspeck Ebola ini mengalami panas tinggi, nyeri pada tenggorokan dan fibris. Sebelumnya pasien bekerja di Liberian Afrika Timur selama 7 bulan dan kembali ke Indonesia, Minggu (26/10) lalu.(tya)

Keterangan Gambar : dr Sulistyono dan pihak manajemen RSUD Kabupaten Kediri  saat memberi keterangan kepada pers