ADAKITANEWS, Tulungagung – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Mohammad Mastur memastikan belum ada warga di Tulungagung yang terkena penyakit difteri. Meski demikian, warga tetap diminta waspada terkait penyakit tersebut.

Mastur mengatakan, selama 6 bulan terakhir ada 5 orang yang awalnya diduga terkena difteri. Mereka mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit maupun Puskesmas. Namun dari hasil tes medis, kelima orang tersebut negatif difteri.

“Jadi sejak 6 bulan ini, kita mencatat ada 5 orang suspect difteri. Yang terbaru beberapa hari yang lalu ada pasien balita yang diduga difteri dari Kecamatan Sumbergempol yang dirawat di RSUD dr Iskak,” kata Mohammad Mastur, Kamis (14/12).

Mastur menyatakan bahwa balita asal Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol Tulungagung yang diduga terjangkit difteri dan dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung, dinyatakan negatif menderita difteri. Ini berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dengan mengambil sample swab tenggorok pasien.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Tulungagung tetap akan melakukan imunisasi tetanus difteri massal terutama di dua kecamatan, yakni Kecamatan Rejotangan dan Sumbergempol.

“Imunisasi di dua kecamatan tersebut, disebabkan karena Kecamatan Rejotangan berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar, yang terdeteksi 2 warga dinyatakan positif menderita difteri. Sedangkan untuk di Kecamatan Sumbergempol karena asal balita suspek difteri yang dirawat di RSUD dr Iskak berasal dari kecamatan tersebut,” ujar Mastur memberi alasan.

Meski tidak dinyatakan kejadian luar biasa, dengan adanya suspek difteri ini, imunisasi yang dilakukan sebagai tindakan antisipasi penyebaran bekteri corynebacterium diphteriae di wilayah Tulungagung.(ta1)

Keterangan gambar : Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung.(foto : acta cahyono)