ADAKITANEWS, Jombang – Pada peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-8, sejumlah tokoh nasional memberikan pandangannya terkait sosok Presiden Republik Indonesia ke-4 ini. Segala cerita dan pemikiran Gus Dur disampaikan di hadapan ribuan tamu undangan dan masyarakat umum yang menghadiri acara di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (28/12) malam.

Prof Dr M Mahfud MD, salah satu tamu undangan yang turut menyampaikan pandangan tentang Gus Dur mengatakan, bahwa Gus Dur merupakan sosok orang yang memiliki prinsip yang cukup kuat. Mahfud MD bercerita ketika Gus Dur semasa menjabat sebagai Presiden RI, banyak pihak yang ingin selalu berusaha menjatuhkan Gus Dur dari kursi Kepala Negara.

Dengan kondisi politik yang membuat Gus Dur terancam dijatuhkan, Mahfud MD berusaha memberi saran kepada Gus Dur untuk berkompromi dengan pihak yang bersangkutan. Tetapi, lanjut Mahfud MD, malah hal yang disarankan Mahfud MD waktu itu ditolak keras oleh Gus Dur.

“Gus Dur pernah marah ketika saya menawarkan untuk berkompromi dengan pihak yang akan menjatuhkan Gus Dur. Tetapi Gus Dur berkata dengan tegas bahwa lebih baik mundur daripada didikte oleh partai-partai politik,” papar Mahfud MD saat menceritakan sosok Gus Dur.

Adik kandung Gus Dur yang juga merupakan Pengasuh PP Tebuireng, KH Solahuddin Wahid juga menyampaikan pandangannya terhadap Gus Dur. Pria yang akrab disapa Gus Solah ini mengatakan bahwa Gus Dur merupakan orang yang memiliki toleransi sangat tinggi terhadap sesama.

Gus Solah menyampaikan bahwa keragaman yang ada di Indonesia dulu menjadi modal dalam mempersatukan bangsa. Kini keragaman tersebut, kata Gus Solah, sudah menjadi hal yang sering dipermasalahkan.

Dengan kondisi negeri yang seperti itu, Gus Solah menuturkan bahwa harus ada solusi. Dan toleransilah yang menurut Gus Solah menjadi solusi satu-satunya. “Dulu keragaman menjadi modal, kini keberagaman menjadi masalah. Hanya toleransi yang jadi solusinya. Gus Dur sudah melakukan itu dengan melindungi kaum minoritas, kita tinggal melanjutkan,” tutur Gus Solah.

Sementara, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa yang juga terlihat hadir dalam acara tersebut sempat mengatakan bahwa dalam waktu dekat Gus Dur akan mendapatkan gelar kepahlawanan dari Pemerintah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Khofifah saat diwawancarai oleh sejumlah awak media.

“Tahun depan akan kita ajukan lagi untuk gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur. Dari Presiden sendiri sebenarnya tidak ada masalah, cuman ada catatan bahwa untuk gelar pahlawan yang akan diberikan tinggal menunggu waktu yang tepat,” ujar Khofifah Indar Parawansa.

Acara Haul Gus Dur ke-8 di PP Tebuireng terlihat ramai dengan hadirnya ribuan masyarakat untuk melakukan doa bersama dan pengajian umum sejak pukul 19.00 WIB hingga menjelang tengah malam. Di acara tersebut hadir pula tiga menteri di era Gus Dur saat menjabat sebagai Presiden RI sekaligus sebagai sahabat Gus Dur. Mereka adalah Prof DR M Mahfud MD, Dr Rizal Ramli dan Dra Khofifah Indar Parawansa.(ar)

Keterangan gambar: Prof Dr M Mahfud MD dan KH Solahuddin Wahid saat memberikan sambutan. (bawah) Suasana Haul Gus Dur ke-8.(foto:adi rosul)