Kapolres Blitar Kota AKBP Yossy Runtukahu perlihatkan UPALADAKITANEWS, Blitar – Polres Blitar Kota sukses membekuk komplotan pengedar uang palsu (Upal) yang sering beraksi di wilayah Blitar, Kamis (18/02). Istri pelaku ditangkap saat akan mengirimkan uang melalui wesel di kantor pos.

Komplotan yang beranggotakan Misron alias Yusron, 38, warga Perum GKR Blok O/15 RT 1 RW 16 Kelurahan Sananwetan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Nuryadin alias Glowoh Hipno, 50, warga Desa Tumpakoyot Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar dan Edi Supeno, 50,, warga Desa Gondang Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi dibekuk sesaat setelah istri salah satu pelaku hendak mengirim upal melalui wesel di Kantor Pos Sananwetan.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yossy Runtukahu, SIK menjelaskan penangkapan ketiga pelaku berawal dari laporan pihak kantor pos yang mengatakan bahwa ada pengiriman wesel menggunakan 2 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu pada Jumat (29/01) lalu. Kepolisian kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil mengamankan Siti Rahayu, pensiunan PNS yang merupakan istri Yusron saat hendak kembali mengirimkan wesel dengan menggunakan uang palsu pada Kamis (18/02).

“Usai mendapatkan informasi itu, petugas langsung menuju Kantor Pos Sananwetan dan mengamankan Siti Rahayu kemudian membawanya ke Mapolres Blitar Kota untuk dimintai keterangan. Siti adalah pengirim wesel dengan menggunakan uang palsu pada Jumat (29/01). Dari pengakuannya, Siti diminta oleh suaminya untuk mengirimkan uang tersebut,” terang AKBP Yossy Runtukahu.

Tidak ingin membuang kesempatan, petugas kemudian menangkap Yusron serta komplotannya. Kepada petugas, pelaku mengaku mendapatkan upal dari seseorang di wilayah Jawa Tengah dengan harga Rp 4 juta untuk upal senilai 10 juta. “Dari penangkapan ini pelaku mengaku mendapatkan uang palsu dari Jawa Tengah. Setiap Rp 4 juta, pelaku bisa mendapatkan uang palsu senilai 10 juta,” imbuhnya.

Dari penangkapan ketiga pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti 132 lembar uang palsu pecahan 100 ribu. Siti Rahayu sendiri akhirnya hanya diperiksa sebagai saksi dan tidak ditahan lantaran hanya diminta oleh suaminya untuk mengirim upal. “Untuk Siti Rahayu tidak ditahan. Dia hanya diperiksa sebagai saksi karena hanya disuruh suaminya ke kantor pos untuk mengirimkan wesel,” pungkas orang nomor satu di jajaran Polres Blitar Kota Ini.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Blitar Kota dan diancam dengan pasal 36 ayat 3 UU RI nomor 7 Tahun 2001 tentang mata uang atau pasal 245 KUHP pidana dengan ancaman maksimal 13 tahun penjara.(Wiro/Jati)

Keterangan Gambar: Kapolres Blitar Kota, AKBP Yossy Runtukahu memperlihatkan barang bukti Upal milik pelaku.